Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Trik Jitu Menulis Buku Dan Mengubah Tulisan Menjadi Warisan

16 Juni 2026   14:52 Diperbarui: 17 Juni 2026   05:01 155 3 2

Saya percaya pembaca dapat merasakan kejujuran seorang penulis.

Tulisan yang ditulis dengan hati memiliki energi yang berbeda. Ia mampu menyentuh perasaan pembaca. Ia mampu membuat orang tersenyum, tertawa, bahkan menangis.

Ketika saya menulis tentang perjuangan guru honorer, saya membayangkan wajah-wajah guru yang tetap mengajar meskipun penghasilannya kecil. Ketika saya menulis tentang orang tua, saya teringat jasa kedua orang tua saya yang telah membesarkan saya dengan penuh kasih sayang. Ketika saya menulis tentang sahabat yang telah wafat, saya mengenang semua kebaikan yang pernah mereka berikan.

Karena itulah banyak pembaca mengatakan bahwa tulisan saya terasa dekat dengan kehidupan mereka.

Mereka tidak hanya membaca kata-kata. Mereka merasakan emosi yang tersimpan di balik tulisan tersebut.

Trik kelima adalah percaya bahwa tulisan dapat mengubah kehidupan orang lain.

Inilah rahasia terbesar yang membuat saya terus menulis hingga hari ini.

Saya pernah menerima pesan dari seorang guru di pelosok Indonesia yang mengatakan bahwa tulisan saya membuatnya bangkit dari rasa putus asa. Saya pernah menerima pesan dari seorang mahasiswa yang kembali semangat belajar setelah membaca artikel yang saya tulis. Saya juga pernah menerima pesan dari seorang pensiunan guru yang menangis karena merasa kisah hidupnya terwakili oleh tulisan saya.

Saat itulah saya menyadari bahwa menulis bukan sekadar aktivitas menuangkan kata-kata.

Menulis adalah ibadah. Menulis adalah sedekah ilmu. Menulis adalah cara meninggalkan warisan kebaikan.

Jika suatu hari nanti Omjay sudah tidak mengajar lagi, mungkin suara saya tidak lagi terdengar di ruang kelas. Namun tulisan-tulisan yang saya tinggalkan akan tetap berbicara kepada banyak orang. Tulisan itu akan terus hidup, menginspirasi, dan memberi manfaat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6