Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selamat Tahun Baru Islam! Menyambut 1 Muharram dengan Membaca Buku Baru dan Menerbitkan 5 Buku Baru
Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay) -- Guru Blogger Indonesia
Pergantian tahun selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Bagi umat Islam, datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram bukan sekadar pergantian angka dalam kalender hijriah, melainkan momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Hijrah dari kebiasaan yang kurang baik menuju kebiasaan yang lebih baik. Hijrah dari kemalasan menuju semangat berkarya. Hijrah dari banyak berbicara menuju banyak berbuat.

Sebagai seorang guru yang telah mengabdikan diri di dunia pendidikan selama puluhan tahun, saya selalu menyambut Tahun Baru Islam dengan cara yang sederhana tetapi sangat bermakna, yaitu membaca buku baru dan menerbitkan buku baru. Bagi saya, buku adalah sahabat terbaik yang selalu menemani perjalanan hidup. Buku mengajarkan banyak hal yang tidak selalu diajarkan di ruang kelas. Buku juga menjadi jembatan ilmu yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Tahun Baru Islam kali ini terasa sangat istimewa bagi saya. Di tengah berbagai aktivitas sebagai guru, narasumber pelatihan menulis, dan penggerak literasi, Allah SWT memberikan kesempatan kepada saya untuk menerbitkan lima buku baru sekaligus. Rasanya seperti mendapatkan hadiah yang sangat indah di awal tahun hijriah.
Ketika pertama kali memegang buku-buku tersebut, hati saya dipenuhi rasa syukur. Saya teringat perjalanan panjang yang telah dilalui. Ada banyak malam yang saya habiskan untuk menulis. Ada banyak pagi yang saya awali dengan membaca berbagai referensi. Ada banyak waktu yang saya sisihkan untuk belajar dan memperbaiki tulisan demi tulisan.
Saya sadar bahwa tidak ada buku yang lahir secara instan. Di balik setiap halaman buku terdapat perjuangan, doa, air mata, kegagalan, dan semangat yang tidak pernah padam. Karena itulah setiap buku memiliki kisahnya sendiri.
Pada Tahun Baru Islam ini, saya menerbitkan lima buku yang masing-masing memiliki pesan dan makna mendalam. Buku pertama berjudul "Menulislah dengan Hati" yang mengajak pembaca memahami bahwa menulis bukan sekadar merangkai kata, melainkan menyampaikan pesan dengan ketulusan jiwa. Buku ini lahir dari pengalaman saya selama bertahun-tahun membimbing guru-guru Indonesia untuk menulis dan menerbitkan buku.
Buku kedua berjudul "Kisah Omjay: Menulis Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi". Buku ini berisi pengalaman nyata bagaimana kebiasaan menulis setiap hari mampu mengubah kehidupan seseorang. Saya ingin menunjukkan kepada para guru bahwa menulis bukan bakat bawaan, tetapi keterampilan yang dapat dilatih setiap hari.
Buku ketiga berjudul "Kasta Tertinggi Seorang Guru". Buku ini lahir dari keyakinan bahwa guru yang mau belajar, berbagi, dan menulis akan meninggalkan warisan ilmu yang abadi. Guru bukan hanya pengajar di kelas, tetapi juga pembangun peradaban melalui tulisan-tulisannya.
Buku keempat berjudul "Labschool Rumah Keduaku". Buku ini menjadi bentuk cinta saya kepada sekolah tempat saya mengabdi selama puluhan tahun. Banyak kenangan indah yang saya tuliskan di dalamnya. Kisah para siswa, guru, kepala sekolah, hingga perjalanan pendidikan yang penuh warna menjadi bagian penting dari buku tersebut.
Buku kelima berjudul "Menulis di Era AI". Buku ini mengajak pembaca memahami bahwa kecerdasan buatan bukan ancaman bagi penulis, melainkan alat yang dapat membantu meningkatkan produktivitas dan kreativitas. Saya ingin para guru tidak takut menghadapi perkembangan teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya secara bijak.
Ketika kelima buku tersebut tersusun rapi di meja kerja saya, hati ini teringat pada perjalanan hidup yang tidak selalu mudah. Saya pernah mengalami masa-masa sulit. Saya pernah sakit, dirawat di rumah sakit, mengalami kecelakaan, menghadapi berbagai tantangan hidup, dan merasakan kelelahan yang luar biasa. Namun menulis selalu menjadi terapi yang menenangkan hati.
Menulis membuat saya belajar bersyukur. Menulis membuat saya mampu melihat hikmah di balik setiap peristiwa. Menulis membuat saya tetap produktif meskipun usia terus bertambah.
Pada Tahun Baru Islam ini, saya juga mengajak para guru, siswa, mahasiswa, dan masyarakat Indonesia untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan harian. Tidak perlu langsung membaca buku yang tebal. Mulailah dari beberapa halaman setiap hari. Sedikit demi sedikit, kebiasaan membaca akan membentuk karakter pembelajar sepanjang hayat.
Saya sering mengatakan kepada peserta pelatihan menulis bahwa seorang penulis yang baik adalah pembaca yang rajin. Sulit menghasilkan tulisan yang berkualitas jika kita jarang membaca. Membaca adalah mengisi pikiran, sedangkan menulis adalah mengeluarkan isi pikiran. Keduanya tidak bisa dipisahkan.
Menyambut Tahun Baru Islam dengan membaca buku baru memberikan semangat baru. Kita seperti mendapatkan teman perjalanan yang akan membimbing langkah-langkah kehidupan. Sementara menerbitkan buku baru adalah bentuk syukur atas ilmu yang telah Allah SWT titipkan kepada kita.
Saya membayangkan suatu hari nanti buku-buku yang saya tulis akan dibaca oleh generasi muda Indonesia. Mungkin saya sudah tidak ada lagi di dunia ini, tetapi tulisan-tulisan tersebut masih bisa memberikan manfaat. Bukankah Rasulullah SAW mengajarkan bahwa salah satu amal yang tidak terputus adalah ilmu yang bermanfaat?
Karena itulah saya terus menulis. Bukan untuk mengejar popularitas. Bukan untuk mencari pujian. Tetapi untuk meninggalkan jejak kebaikan yang dapat terus mengalir manfaatnya.
Di awal Tahun Baru Islam ini, saya ingin mengucapkan kepada seluruh sahabat literasi Indonesia:
https://youtube.com/shorts/I6h_cVRXWY4?si=n5ZesljjCTYnoBSP
Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Semoga tahun ini menjadi tahun penuh keberkahan, kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan. Mari berhijrah menjadi pribadi yang lebih baik. Mari membaca lebih banyak buku. Mari menulis lebih banyak karya. Mari menebar manfaat seluas-luasnya.
Karena sesungguhnya, setiap buku yang kita baca akan membuka jendela ilmu, dan setiap buku yang kita tulis akan menjadi cahaya yang menerangi perjalanan orang lain. Tahun baru terasa semakin seru ketika kita menyambutnya dengan buku baru. Lebih indah lagi ketika kita mampu menghadiahkan buku baru untuk dunia melalui karya-karya terbaik yang lahir dari hati. Selamat membaca, selamat menulis, dan selamat menyambut Tahun Baru Islam dengan semangat hijrah menuju masa depan yang lebih gemilang.
Salam blogger persahabatan
Wijaya Kusumah - omjay
Guru blogger indonesia
Blog https://wijayalabs.com
