Alfred Benediktus
Alfred Benediktus Editor

Seorang perangkai kata yang berusaha terus memberi dan menjangkau sesama. I Seorang guru di SMP PIRI, SMA dan SMK Perhotelan dan SMK Kesehatan. I Ia juga seorang Editor, Penulis dan Pengelola Penerbit Bajawa Press. I Melayani konsultasi penulisan buku. I Pemenang III Blog Competition kerjasama Kompasiana dengan Badan Bank Tanah

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Dari Macet Lempunyangan ke Gerbang Kanisius: Catatan Hari Pertama Sekolah

13 Juli 2026   19:29 Diperbarui: 13 Juli 2026   20:00 278 16 4

Dari Macet Lempuyangan ke Gerbang Kanisius: Catatan Hari Pertama Sekolah

(logo SMP Kanisius Gayam, modifikasi AI, dokpri)
(logo SMP Kanisius Gayam, modifikasi AI, dokpri)

Pukul setengah tujuh pagi, jalan menuju Jalan dr. Sutomo sudah berubah wajah. Bukan lagi jalan raya yang biasa saya lalui dengan tenang, melainkan lautan kendaraan yang merayap pelan-pelan, diselingi klakson bersahutan dan asap knalpot yang menggantung di udara. Antrean mengular lebih dari lima ratus meter, bahkan naik sampai ke atas jembatan layang Lempuyangan, kemacetan yang jarang saya jumpai sepagi itu. Jantung sempat berdegup sedikit lebih cepat, jam di pergelangan tangan seakan berdetak lebih kencang dari biasanya.

Untung saja, sekolah yang dituju tak jauh dari titik kemacetan itu. Letaknya yang dekat dengan kawasan Stasiun Lempuyangan biasanya jadi berkah tersendiri, dan pagi itu terbukti benar: meski jalanan nyaris mengunci semua kendaraan, kami masih sempat tiba di gerbang sebelum apel dimulai.

Ada semacam pelajaran kecil di balik pengalaman itu, bahwa jalan menuju sesuatu yang baru jarang mulus, tapi selama jaraknya tak terlalu jauh dari titik perjuangan, semua akan sampai juga pada waktunya.

Putih Biru yang Belum Seragam

Di depan gerbang, pemandangannya khas hari pertama: ratusan anak berseragam putih biru, kemeja masih kaku dan licin bekas lipatan baru, beberapa terlihat kedodoran karena sengaja dibeli agak besar "biar awet dua tahun." Namun di antara lautan putih biru itu, ada beberapa anak yang masih mengenakan seragam SD (merah putih atau seragam sekolah lamanya) karena seragam SMP mereka belum jadi.

Mereka berdiri agak canggung, tapi tak ada yang mempermasalahkan. Justru pemandangan itu terasa jujur: hari pertama memang bukan tentang keseragaman yang sempurna, melainkan tentang keberanian melangkah meski belum sepenuhnya "siap rupa."

Di halaman sekolah, anak-anak dari puluhan SD berbeda di seluruh Yogyakarta berkumpul jadi satu angkatan. Ada yang datang dengan wajah percaya diri karena sudah kenal beberapa teman sejak SD, ada pula yang berdiri sendirian, menunduk, mencuri-curi pandang mencari kawan bicara pertama.

Perkenalan-perkenalan kecil yang canggung itu (tanya nama, tanya SD mana, tanya rumah di mana) sesungguhnya adalah benih dari persahabatan tiga tahun ke depan yang belum mereka sadari sedang mulai tumbuh.

Upacara Pembukaan: Menata Ulang Kompas

Upacara Pembukaan Tahun Ajaran Baru 2026/2027 (sumber video SMP Kanisius Gayam)

Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) diawali dengan Upacara Pembukaan Tahun Ajaran 2026/2027 yang dipimpin OSIS, dilanjutkan penyesuaian terhadap kebiasaan baru di jenjang dan lingkungan kelas yang berbeda.

Yang menarik, sebelum anak-anak diperkenalkan pada hal-hal teknis, sekolah lebih dulu mengajak mereka mengingat kembali sesuatu yang jauh lebih mendasar: visi, misi, dan nilai dasar Yayasan Kanisius. Sesi ini mudah terlihat seperti formalitas seremonial biasa, padahal sesungguhnya inilah fondasi yang akan menopang seluruh proses belajar tiga tahun ke depan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3