Alfred Benediktus
Alfred Benediktus Editor

Seorang perangkai kata yang berusaha terus memberi dan menjangkau sesama. I Seorang guru di SMP PIRI, SMA dan SMK Perhotelan dan SMK Kesehatan. I Ia juga seorang Editor, Penulis dan Pengelola Penerbit Bajawa Press. I Melayani konsultasi penulisan buku. I Pemenang III Blog Competition kerjasama Kompasiana dengan Badan Bank Tanah

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Dari Macet Lempunyangan ke Gerbang Kanisius: Catatan Hari Pertama Sekolah

13 Juli 2026   19:29 Diperbarui: 13 Juli 2026   20:00 302 17 4

Kegiatan hari pertama berakhir pukul 12.30 WIB, tapi apa yang ditanamkan pagi itu jelas dirancang untuk bertahan jauh lebih lama dari lima jam.

Saat menjemput atau pulang (atau menunggu cerita anak sepulang sekolah) saya membayangkan apa yang benar-benar akan mereka bawa pulang untuk diceritakan kepada orang tua. Sebuah kebanggaan utama bahwa mereka sekarang bukan SD lagi, tetapi sudah SMP. Kebanggaan semacam ini perlu dipupuk agar anak-anak segera membaur dengan dunia pembelajaran yang baru, dunia pergaulan yang baru. Dan terutama tentu saja, dunia perkembangan psikologis yang baru: dari masa anak-anak ke masa remaja.

Singkat kat, bukan hanya jadwal pelajaran atau nama-nama guru baru, melainkan sesuatu yang lebih halus: rasa bahwa mereka baru saja diterima di sebuah komunitas yang punya arah, punya nilai, dan punya cerita panjang sebelum mereka.

Mengantar anak di hari pertama sekolah selalu punya rasa yang khas, campuran antara lega, haru, dan sedikit was-was yang sulit dijelaskan.

Barangkali karena momen itu mengingatkan kita pada hari pertama kita sendiri, entah berapa puluh tahun silam, ketika seragam masih terasa kaku dan wajah-wajah di sekeliling masih terasa asing.

Bedanya, dulu kita berdiri di titik itu sebagai anak yang dituntun; sekarang kita berdiri di gerbang yang sama sebagai orang yang menuntun. Dan mungkin, di situlah letak keindahan sesungguhnya dari hari pertama sekolah: ia terus berulang, tapi tak pernah benar-benar sama.

Macet pagi itu akhirnya terlewati. Begitu pula, semoga, segala kecemasan kecil yang menyertai langkah pertama anak-anak putih biru di SMP Kanisius Gayam.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3