Oleh karena itu, dengan tajuk "Bertolak Dari Masa Lalu, Menapak Ke Masa Depan" (Connecting the Past to the Future), Museum Pertanian mengajak kita menelusuri perkembangan pertanian kita dari waktu ke waktu:
Konsep yang dimiliki museum ini sangat unik, jauh dari kesan monoton dan kuno. Museum Tanah dan Pertanian memang dibuat sedemikian rupa agar interaktif, edukatif, dan juga instagramable.
Selain bisa melihat langsung alat-alat pertanian, mendapatkan informasi detil lewat diorama, pengunjung juga bisa mengabadikan momen di banyak spot foto yang bagus sehingga perjalanan ke museum menjadi tambah menyenangkan.
Hal ini tentu sudah dirumuskan oleh Kementiran Pertanian sejak mendeklarasikan pembangunan museum. Tak tanggung-tanggung, Kementrian Pertanian menggandeng konsultan khusus dari Belanda demi pengembangan Museum Pertanian ini.

Hal ini disampaikan Kepala Departemen Aglikultur Kedutaan Belanda, Mr. Louis Beijer. Beliau menambahkan bahwa ini adalah salah satu kontribusi dari Belanda untuk pertanian Indonesia.
"We hope more young people like it and be inspired by this museum. This is good for Indonesian people to know more about Agriculture in Indonesia. Agriculture is something sexy and cool!", tandasnya.
Ada apa saja di Museum Tanah dan Pertanian?
Kompleks Museum Tanah dan Pertanian terdiri dari 4 gedung utama. Museum Tanah berada di gedung A dan Museum Pertanian di gedung C dan D.
Gedung C memiliki 3 lantai; Lantai 1 adalah galeri pangan dan peradaban pertanian, lantai 2 untuk galeri kebijakan dan komoditas, lantai 3 galeri pertanian masa depan.