
Menyusul Museum Tanah yang sudah ada sejak 1988, Museum Pertanian diresmikan Kementrian Pertanian yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro di Bogor (22/4). Ini adalah museum pertanian pertama di Indonesia berskala internasional.
Acara ini dihadiri juga oleh tamu yang begitu spesial. Ialah Menteri Pertanian periode 1993-1998 sekaligus sang penggagas Museum, Prof. Dr. Sjarifuddin Baharsjah. Dalam sambutannya saat membuka acara peresmian Museum Pertanian, beliau mencoba membangkitkan semangat dan kepedulian generasi muda akan pembangunan di sektor pertanian Indonesia.
"Saya bangga sekaligus terharu. Museum ini adalah bukti sejarah proses perubahan pertanian dari tahun ke tahun", ujar Prof. Sjarifuddin.

Selain Museum Pertanian, Kementrian Pertanian juga telah sukses membangun Gedung Perpustakaan dan Pengetahuan Pertanian Digital. Tentunya Kementrian Pertanian berharap museum dan perpustakaan ini bisa menjadi pusat sumber referensi dan penelitian pertanian berbasis digital yang bisa bermanfaat untuk semua orang.
"Semoga tempat ini menjadi media pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan-kegiatan yang kreatif, inovatif dan aplikatif serta menjadi sarana edukasi dan rekreasi" Pungkas Syukur Iwantoro.
Syukur Iwantoro tak lupa mengucapkan terima kasih kepada banyak pihak yang berkontribusi untuk Museum Pertanian baik perorangan, swasta, NGO, dan instansi dari negara sahabat.
Dengan adanya museum baru yang berlokasi di Jalan Juanda No.98 Kota Bogor ini, Museum Tanah dan Pertanian kini menjadi sebuah kesatuan yang terintegrasi. Bahkan Wakil Walikota Bogor menyebut museum ini wajib dikunjungi segala kalangan.
"Lokasinya strategis, dekat dengan Museum Zoologi dan Kebun Raya Bogor. Museum ini akan jadi ikon baru Kota Bogor", kata Dedie.
Connecting the past to the future
Saat memasuki museum, para pengunjung seperti dibawa ke dalam "lorong waktu" perjalanan panjang pertanian di Indonesia.
Oleh karena itu, dengan tajuk "Bertolak Dari Masa Lalu, Menapak Ke Masa Depan" (Connecting the Past to the Future), Museum Pertanian mengajak kita menelusuri perkembangan pertanian kita dari waktu ke waktu:
Konsep yang dimiliki museum ini sangat unik, jauh dari kesan monoton dan kuno. Museum Tanah dan Pertanian memang dibuat sedemikian rupa agar interaktif, edukatif, dan juga instagramable.
Selain bisa melihat langsung alat-alat pertanian, mendapatkan informasi detil lewat diorama, pengunjung juga bisa mengabadikan momen di banyak spot foto yang bagus sehingga perjalanan ke museum menjadi tambah menyenangkan.
Hal ini tentu sudah dirumuskan oleh Kementiran Pertanian sejak mendeklarasikan pembangunan museum. Tak tanggung-tanggung, Kementrian Pertanian menggandeng konsultan khusus dari Belanda demi pengembangan Museum Pertanian ini.

Hal ini disampaikan Kepala Departemen Aglikultur Kedutaan Belanda, Mr. Louis Beijer. Beliau menambahkan bahwa ini adalah salah satu kontribusi dari Belanda untuk pertanian Indonesia.
"We hope more young people like it and be inspired by this museum. This is good for Indonesian people to know more about Agriculture in Indonesia. Agriculture is something sexy and cool!", tandasnya.
Ada apa saja di Museum Tanah dan Pertanian?
Kompleks Museum Tanah dan Pertanian terdiri dari 4 gedung utama. Museum Tanah berada di gedung A dan Museum Pertanian di gedung C dan D.
Gedung C memiliki 3 lantai; Lantai 1 adalah galeri pangan dan peradaban pertanian, lantai 2 untuk galeri kebijakan dan komoditas, lantai 3 galeri pertanian masa depan.
Sedangkan Gedung D memiliki 4 lantai. Diantaranya lantai 1 sebagai arena bermain anak dan keluarga, lantai 2 galeri peternakan, dan lantai 3 adalah galeri peternakan dan sinema. Di sini pengunjung bisa menonton film tentang peternakan.


Pengunjung juga bisa mencicipi kopi, teh, dan kakao khas Indonesia di area coffee corner yang tersedia. Selain itu ada juga saung di lantai 4 (rooftop) di mana kita bisa mendapatkan aneka bibit hidproponik dan tanaman buah sambil melihat langsung Gunung Salak dan Gede pangrango dari atas gedung.
Saatnya generasi milenial mengenal bisnis agrikultur
Banyak anggapan miring seputar pertanian di Indonesia, mulai dari kotor-kotoran hingga kemiskinan. Banyak generasi muda yang enggan mempelajari atau bahkan ingin tahu bagaimana bisnis pertanian itu sangat menjanjikan.
Padahal sebagai negara agraris, Indonesia tidak bisa dipisahkan dari pertanian yang merupakan sumber pangan kita sehari-hari. Pertanian adalah "way of life"-nya orang Indonesia. Tak bisa dipungkiri lagi bahwa pertanian menjadi begitu penting bagi kehidupan kita sehari-hari.
Seiring dengan berkembangnya teknologi di berbagai bidang, bisnis bidang agrikultur dan komoditi lainnya mulai dilirik generasi milenial. Buktinya, sudah banyak anak muda Indonesia yang tak ragu untuk berbisnis kopi.
Di tengah tren kopi sekarang ini, peran pebisnis Indonesia jelas sangat penting untuk mempromosikan kopi khas Indonesia yang kualitasnya kelas dunia. Bukan tidak mungkin komoditi pertanian Indonesia lainnya seperti teh dan kakao juga semakin dilirik pebisnis muda di Indonesia.