
Salah satu keunikan air terjun Tumpak Sewu adalah berada tepat di perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang. Air terjun ini berasal dari Sungai Glidik yang mengalir dari lereng Gunung Semeru di sebelah utara Lumajang. Sungai Glidik inilah yang menjadi batas wilayah Malang dan Lumajang.
Sisi barat sungai dan lembah air terjun berada di wilayah Kabupaten Malang yang menyebut air terjun dengan nama Coban Sewu.
Sebutan Coban Sewu mengacu pada banyaknya hingga ratusan titik sumber air terjun atau coban di tebing sisi barat dengan debit yang tetap.
Sebutan Tumpak Sewu mengacu pada banyaknya anak tangga untuk turun dan naik dari atas tebing sisi timur di wilayah Lumajang hingga dasar lembah air terjun.
Berdasarkan catatan aplikasi Google Fit dari tempat parkir sebagai awal turun hingga dasar lembah ada 1.265 langkah. Artinya ada 1.265 anak tangga.
Kemiringan kedua tebing ini nyaris sama sekitar 85 dengan waktu tempuh antara 30 menit hingga 70 menit tergantung jumlah pengunjung yang datang.
Lebar tangga hanya 70 cm sehingga jika bersimpangan dengan pengunjung yang pulang atau naik maka harus sabar bergantian. Inilah salah satu tantangan yang menarik.
Untuk itu di beberapa titik ada petugas yang mengatur pengunjung untuk bergantian. Ada juga rambu pemberitahuan agar pengunjung tidak berhenti pada tangga untuk menghindari kerumunan.

Tantangan lain saat masih berada di tangga adalah melewati salah satu sumber atau mata air Sungai Glidik yang mengalir deras pada tangga sejauh sekitar 20 meter.
Kemiringan tangga antara 35 hingga 50 dengan anak tangga sejumlah 15 - 30 buah.
Setelah sampai di dasar lembah, keindahan lembah yang cukup redup sekalipun musim kemarau terasa begitu menawan. Tebing yang tegak lurus 90 nyaris menghalangi sinar mentari yang baru masuk ke celah lembah sekitar jam 11 siang.

Jarak dari titik terakhir anak tangga di bawah lembah ke air terjun hanya sekitar seratus lima puluh meter saja.
Selain redup di sini pengunjung merasakan hembusan angin yang membawa titik-titik air akibat tampias air terjun.
Melewati dasar lembah yang becek, udara yang dingin, suasana yang redup, serta menyeberangi sungai yang deras dengan titian kayu secara bergantian merupakan pengalaman yang berbeda dan indah.
Setelah sampai sekitar 100 m di depan air terjun, pengunjung akan menikmati pesona air terjun yang begitu luar biasa. Melihat titik teratas air terjun sangat bisa tetapi berfoto dengan menangkap dasar hingga puncak air terjun cukup mustahil.

Di sinilah kenikmatan pesona air terjun bukan hanya karena ketinggiannya lebih dari seratus meter serta pelangi yang muncul saat sinar matahari cukup cerah tetapi juga tantangan untuk mendaki bebatuan di dasar tebing yang licin dan berair deras.
Air terjun dengan sebutan Coban Sewu atau Tumpak Sewu ini memang sangat memesona dan begitu membuai. Tak heran, di dasar lembah banyak para pengunjung yang jumlahnya ratusan terutama wisatawan manca negara meluapkan kegembiraan mereka dengan cara unik. Ada yang bergaya Indi dalam film Indiana Jones, Tarzan, King Solomon is Mine, ada juga yang berjoget gaya tiktok.

Setidaknya perlu waktu sekitar 2 jam untuk menikmati pesona air terjun ini.
Hal yang perlu diperhatikan saat jelajah di sini sebaiknya menggunakan sepatu atau sandal radial bukan sneaker. Bawa pakaian ganti atau memakai jas hujan dan waterproof case hape.

Setelah puas menikmati air terjun ini, pengunjung bisa langsung menikmati Goa Tetes yang berada tak lebih dari seratus meter ke arah tenggara dari dasar lembah ini.
