
Senin (13/10) Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) GIAT 13 Desa Jatirejo kembali menunjukkan kreativitas dan kontribusinya bagi masyarakat melalui pembuatan video potensi dan inovasi Desa Jatirejo. Karya video tersebut tidak hanya menjadi media promosi desa, tetapi juga berhasil diikutsertakan dalam Lomba Desa Wisata Tahun 2025.
Pembuatan video ini dilatarbelakangi oleh keinginan mahasiswa dan sekretaris desa untuk membantu pemerintah desa memperkenalkan berbagai potensi lokal yang selama ini belum banyak diketahui masyarakat luas. Desa Jatirejo dikenal memiliki keunikan budaya, keindahan alam, serta potensi ekonomi kreatif yang sangat menarik untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat.
Dalam proses pembuatannya, mahasiswa melakukan rangkaian kegiatan dokumentasi, wawancara dengan tokoh masyarakat, dan pengambilan gambar di berbagai lokasi unggulan desa, seperti area persawahan, rumah joglo, kegiatan seni tradisional, serta spot-spot alam yang memiliki daya tarik wisata.
Video berdurasi sekitar 7 menit tersebut berjudul "Eksostika Profil Desa Jatirejo - Desa Wisata 1000 Balai Panjang", yang menonjolkan harmoni kehidupan masyarakat desa dengan alam sekitar. Selain itu, mahasiswa juga menambahkan sentuhan inovasi kreatif berupa narasi edukatif dan sinematografi modern, sehingga video tampil menarik dan informatif.
Video yang dihasilkan kemudian diajukan sebagai materi utama dalam Lomba Desa Wisata Tahun 2025, yang menilai kreativitas, inovasi, dan partisipasi masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata berbasis kearifan lokal.

Menurut Kepala Desa Jatirejo, makna "gemah ripah loh jinawi" menjadi gambaran harapan besar bagi kemajuan desanya. Ungkapan tersebut mencerminkan cita-cita Jatirejo sebagai desa yang makmur, subur, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh warganya. Kepala desa menegaskan bahwa potensi alam, budaya, dan kreativitas masyarakat Jatirejo merupakan modal penting untuk mewujudkan desa yang hidup dalam kelimpahan dan kedamaian. Beliau percaya bahwa dengan penguatan identitas desa, pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal, serta kolaborasi aktif antara pemerintah desa, masyarakat, dan para mitra seperti mahasiswa KKN, Jatirejo dapat benar-benar menjadi desa "gemah ripah loh jinawi", yaitu sebuah desa yang berkembang, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warganya.

Menurut Sekretaris Desa Jatirejo, Bapak Wisnu Aminudin, S. Pd.i, "Desa Jatirejo saat ini telah membentuk sebuah desa wisata yang disebut desa wisata "Kampoeng Seribu Balai Panjang" yang merupakan bentuk dari kemandirian Desa Jatirejo. Dengan semangat ini Desa Jatirejo memiliki sebuah impian menjadi desa yang mandiri untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera".