Didi Suprijadi ( Ayah Didi)
Didi Suprijadi ( Ayah Didi) Guru

Penggiat sosial kemasyarakatan,, pendidik selama 40 tahun . Hoby tentang lingkungan hidup sekaligus penggiat program kampung iklim. Pengurus serikat pekerja guru.

Selanjutnya

Tutup

Video

Dirjen GTK Keliru, Mengundang Organisasi Pendidikan Dalam Acara HGN?

30 November 2025   05:55 Diperbarui: 30 November 2025   06:14 308 4 2


Backdrop perayaan HUT ke 80 PGRI dan Hari Guru Nasional tahun 2025 di arena Britama Kelapa Gading, 29/11/2025. Sumber dokpri 
Backdrop perayaan HUT ke 80 PGRI dan Hari Guru Nasional tahun 2025 di arena Britama Kelapa Gading, 29/11/2025. Sumber dokpri 

Peserta dari kota Palu Sulawesi Tengah, sumber dokpri 
Peserta dari kota Palu Sulawesi Tengah, sumber dokpri 

Ketua Umum PB PGRI masa bakti XXlll Unifah Rosyidi sumber dokpri 
Ketua Umum PB PGRI masa bakti XXlll Unifah Rosyidi sumber dokpri 

https://youtube.com/shorts/rcmA5KX1q2U?si=3aCRRGzpsHDoGuMd

Dirjen GTK Keliru, Mengundang Organisasi Pendidikan Dalam Acara HGN.

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Keliru Mengundang Organisasi Pendidikan dalam acara Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2025.

Surat Dirjen GTK Nomor
1054/B.B1 GT.00.09/2025. Tertanggal 18 November 2025. Perihal, Undangan Peluncuran Buku dan Puncak Peringatan Hari Guru Nasional
Tahun 2025.

"Kementerian Pendidikan Dasar
dan Menengah melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru
(GTKPG) akan menyelenggarakan kegiatan Peluncuran Buku dan Puncak Peringatan Hari Guru
Nasional Tahun 2025 dengan tema "Guru Hebat, Indonesia Kuat".demikian isi surat Dirjen GTK tersebut.

"Berkenaan dengan hal tersebut, kami mengundang Ketua Umum/Pimpinan dan Sekretaris Organisasi
untuk hadir"  lanjutnya.

Surat Dirjen GTK mengundang para Ketua Umum/Pimpinan Organisasi Pendidikan .

Organisasi pendidikan yang diundang Dirjend GTK berjumlah 77 organisasi dengan nama nama organisasi nya terlampir dalam surat undangan tersebut.

Organisasi Pendidikan.

Menurut KBBI, organisasi adalah kesatuan atau susunan yang terdiri atas bagian-bagian (orang) dalam perkumpulan untuk mencapai tujuan bersama

Sedangkan pendidikan menurut KBBI, adalah proses mengubah sikap dan tata laku seseorang atau kelompok dalam upaya mendewasakan manusia melalui pengajaran dan pelatihan.

Pendidikan juga dapat diartikan sebagai proses, cara, atau perbuatan menjadikan seseorang atau makhluk hidup belajar melalui interaksi siswa dengan guru dan sumber belajar.

Disisi lain KBBI juga mendefinisikan, bahwa  pendidikan sebagai sistem evaluasi untuk setiap individu dalam meraih pengetahuan dan pemahaman yang lebih tinggi tentang objek spesifik dan khusus.

Sedangkan menurut UU Sisdiknas Tahun 2003. Pendidikan diartikan sebagai suatu
usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan
proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan
potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, prilaku mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Dari pernyataan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa Organisasi Pendidikan adalah sebuah lembaga atau institusi yang bertujuan untuk menyediakan pendidikan dan pelatihan kepada individu atau kelompok, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan mereka.

Contoh organisasi pendidikan antara lain sekolah, universitas, lembaga pelatihan, dan pusat pendidikan lainnya.

Ada 77 Organisasi Pendidikan yang diundang Dirjend GTK untuk menghadiri Hari Guru Nasional tahun 2025 di Jakarta.

Berikut adalah daftar lengkap 77 organisasi pendidikan yang tercantum dalam lampiran surat resmi Kemendikdasmen tersebut:

1. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)
2. Perguruan Tamansiswa
3. Persatuan Guru Nahdatul Ulama (PERGUNU)
4. Forum Guru Muhammadiyah (FGM)
5. LPP Ma'arif NU
6. Majelis Dikdasmen Muhammadiyah
7. Ikatan Guru Indonesia (IGI)
8. Majelis Pendidikan Kristen (MPK)
9. Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK)
10. Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS)
11. Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI)
12. Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI)
13. Federasi Guru Independen Indonesia (FGII)
14. Federasi Guru TIK dan KPPI Nasional (FGTIKKNAS)
15. Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT)
16. Forum Guru IPS Seluruh Indonesia (FOGIPSI)
17. Forum Komunikasi Guru IPS Nasional
18. Forum Komunikasi Tutor Pendidikan Keaksaraan
19. Forum Olahraga Pendidikan Indonesia
20. Forum Tutor Pendidikan Kesetaraan Nasional
21. Forum Nasional MGMP Matematika SMP
22. Forum Pengawas TK Indonesia
23. Ikatan Bimbingan dan Konseling Sekolah
24. Ikatan Guru Bahasa Jerman Indonesia
25. Ikatan Guru PAUD
26. Ikatan Guru Pendidikan Khusus
27. Ikatan Guru Pendidikan Khusus Indonesia
28. Ikatan Guru Vokasi Indonesia
29. Ikatan Pamong Belajar Indonesia
30. IGTKI-PGRI
31. Ikatan Guru Mata Pelajaran Matematika
32. Ikatan Penilik Indonesia
33. AGBSI
34. AGBJI
35. AGEI
36. Asosiasi Guru Matematika Indonesia
37. AGPPKnI
38. Asosiasi Guru Sejarah Indonesia
39. Asosiasi Guru Seni Budaya Indonesia
40. AGTIFINDO
41. Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia
42. Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia
43. Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia
44. ABKIN
45. AGPAI
46. ATAS
47. AISEI
48. ANPS
49. HIPPER
50. HIMPAUDI
51. KGBN
52. Perkumpulan Matematika Nusantara
53. Perkumpulan Pegiat Pendidikan Sainstika
54. Perkumpulan Pencinta Fisika Indonesia
55. Perkumpulan Pendidik Bahasa Inggris Indonesia
56. Perkumpulan Pendidik Sains Indonesia
57. Perkumpulan Pendidik Sains Kimia Indonesia
58. Perkumpulan Pendidik Vokasi Indonesia -- IGVIM
59. Perkumpulan Sekolah SPK Indonesia
60. Perkumpulan Profesi Pendidik Bahasa Mandarin Indonesia
61. Perkumpulan Guru Muatan Lokal
62. Pendiks Geonusa
63. Indonesia Scientific Society
64. Perkumpulan Pendidik Biologi Indonesia Folia
65. Perkumpulan Pendidik Bahasa Daerah Indonesia
66. Perkumpulan Sanggar Pembelajar Kreatif
67. Komunitas Guru TIK & KKPI (KOGTIK)
68. PPPSI
69. Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G)
70. Majelis Gugus Bimbingan dan Konseling Indonesia
71. Ikatan Guru Olahraga (IGORNAS)
72. Forum MGMP Bahasa Arab se-Indonesia
73. ATLAS Indonesia
74. Forum Guru Sertifikasi Nasional Indonesia (FGSNI)
75. Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal Muhammadiyah (IGABA)
76. Forum Guru Persatuan Islam (FG Persis)
77. Ikatan Guru Tunanetra (Inklusif)


Benarkah Organisasi Pendidikan?

Dari 77 Organisasi Pendidikan yang disebut oleh Dirjen GTK tidak seluruhnya sesuai dengan definisi sebagai organisasi pendidikan.

77 Organisasi Pendidikan yang disebut oleh Dirjen GTK yang sesuai dengan definisi diantaranya.
1. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
2. Perguruan Taman Siswa
3. LPP Ma'arif
4. Majlis Dikdasmen Muhammadiyah
5. Majlis Pendidikan Kristen (MPK)
6. Majlis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK).
7. Badan Musyawarah Perguruan Swasta (MBPS)
8. Jaringan Sekolah  Islam Terpadu ( JSIT)
9. HIMPAUDI
10. IGTKI PGRI

Ke 10 organisasi tersebut diatas didalamnya ada unsur pendidik dan tenaga kependidikan, kedua unsur tersebut membentuk Organisasi Pendidikan yang bisa juga menyelenggarakan pendidikan.

Sedangkan lainnya masuk dalam kategori organisasi pendidik atau organisasi tenaga kependidikan.


Organisasi Pendidikan tentu berbeda dengan organisasi pendidik atau organisasi tenaga kependidikan.

Organisasi pendidik adalah wadah pendidik atau tenaga yang secara langsung terlibat dalam proses pembelajaran, seperti guru,tutor dan dosen, yang bertugas mengajar, membimbing, merencanakan pembelajaran, menilai hasil belajar, dan menginspirasi siswa.

Sedangkan organisasi tenaga kependidikan adalah wadah bagi staf pendukung yang tidak langsung terlibat dalam mengajar, melainkan membantu dalam administrasi, operasional, dan pemeliharaan fasilitas sekolah, seperti staf administrasi, kepala sekolah, pustakawan, dan tenaga kebersihan.

Organisasi Pendidik.

77 organisasi yang disebut oleh Dirjen GTK bisa dikelompokkan menjadi organisasi pendidikan, organisasi tenaga kependidikan dan organisasi pendidik.

Contoh organisasi pendidik, diantaranya

1. Organisasi Komunitas Guru TIK & KKPI pimpinan Wijaya Kusumah ( Om Jay).

2. Organisasi Perkumpulan Matematika Nusantara yang dipimpin oleh Sekjennya Dudi Wahyudi dan

3. Assosiasi Guru Sejarah Indonesia yang dipimpin oleh Presidennya Sumardiansyah.

Kebetulan ketiga organisasi pendidik diatas pimpinan nya merupakan aktifis dan anggota Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI).

Beliau bertiga juga sebagai pimpinan Assosiasi Profesi Keahlian Sejenis Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (APKS PB PGRI)

Bisa dibayangkan organisasi sebesar PGRI dengan YPLP nya yang mempunyai jutaan anggota dengan ribuan sekolah dan perguruan tinggi disetarakan dengan organisasi Komunitas Guru TIK & KKPI yang dipimpin oleh Om Jay.

Bukan bermaksud mengecilkan organisasi yang dipimpin oleh Om Jay, tetapi Dirjen GTK keliru menyebut bahwa organisasi yang dipimpin Om Jay, disebut Organisasi Pendidikan.

Dirjen GTK mengundang organisasi dengan menyebut semua organisasi dengan sebutan organisasi  pendidikan tentu kurang pas dan keliru. Penyebutan ini sangat fatal, bisa mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap Dirjen GTK pada khususnya dan Pemerintah pada umumnya.

Banyak guru guru terutama anggota PGRI kurang berkenan dengan penyebutan seluruh organisasi tersebut dengan sebutan Organisasi Pendidikan.

Bagaimana Komentar Masyarakat?

 Di sela sela perayaan HUT ke 80 PGRI yang meriah dengan kehadiran puluhan ribu anggota PGRI dari seluruh Indonesia di  Arena Britama Kelapa Gading Jakarta Utara, Sabtu 29 Nopember 2025. Penulis mewawancarai beberapa orang dan guru di sekitar lokasi acara. Ternyata banyak guru yang merasa bingung dengan penyebutan Organisasi Pendidikan oleh dirjen GTK.

"Seperti ada udang dibalik batu penyebutan Organisasi Pendidikan oleh Dirjen GTK dalam undangan HGN 2025 ya" katanya, sambil tersenyum penuh arti.

Guru dari salah satu kabupaten di Sulawesi Tengah yang datang berombongan ke Arena Britama tersebut melanjutkan komentar nya.

"Masa organisasi PGRI pimpinan Unifah Rosyidi di sejajarkan dengan organisasi pimpinan Om Jay " sory ye, katanya sedikit ngeledek.

Perlu diketahui, PGRI sesuai undangan HGN tahun 2025 di Senayan yang diprakarsai oleh  Dirjend GTK, dalam kesempatan itu Ketua Umum PB PGRI tidak sempat hadir, sedangkan 77 organisasi lainnya hadir termasuk Wijaya Kusuma ( Om Jay) mewakili organisasi Komunitas Guru  TIK & KKPI.

Ketidak hadiran Ketua Umum PB PGRI memenuhi undangan Dirjen GTK punya alasan kuat, dikarenakan PB PGRI melaksanakan peringatan HUT ke 80 PGRI dan HGN secara mandiri tanpa bantuan pemerintah pada tanggal 29 Nopember 2025 di Arena Britama Kelapa Gading Jakarta Utara.

Biasanya peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT PGRI pelaksanaannya selalu disatukan. Hal ini didasarkan atas sejarah bahwa Hari Guru Nasional yang jatuh pada tanggal 25 Nopember diambil dari hari lahirnya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Hal ini sesuai kepres no 78 tahun 1994 penetapan Hari Guru Nasional tanggal 25 Nopember berdasarkan hari lahir Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Jadi wajar bila pemerintah pemerintah sebelumnya selalu menyelenggarakan HGN disatukan dengan HUT PGRI ada dasarnya yaitu Keputusan Presiden nomor 78 tahun 1994.

PGRI lahir 100 hari setelah Indonesia Merdeka tepatnya tanggal 25 Nopember 1945 di kota Surakarta.

Penyatuan peringatan HUT PGRI dengan HGN, berlangsung sejak zaman Soeharto hingga Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Alasan, Kalau tahun 2025 peringatan HGN yang diprakarsai oleh Dirjen GTK pelaksanaan nya tidak disatukan dengan HUT ke 80 PGRI tidak satupun orang yang tahu, kecuali Dirjend GTK  sendiri dengan Tuhannya.

Penutup.

77 Organisasi diundang Dirjend GTK dalam merayakan peringatan HGN tahun 2025 cukup diapresiasi oleh semua pihak.

Penyebutan Organisasi Pendidikan dalam undangan Dirjen GTK dalam rangka HGN tahun 2025,  kurang tepat dan keliru.

Saran
Karena 77 Organisasi Pendidikan yang disebut oleh Dirjen GTK tidak ada dasarnya, maka 77 organisasi tersebut lebih tepat disebut organisasi pendidik dan organisasi tenaga kependidikan.

Kecuali 10 organisasi pendidikan yang disebutkan diatas. Karena organisasi pendidikan  didalamnya ada unsur organisasi pendidik dan unsur organisasi tenaga kependidikan sekaligus dapat menyelenggarakan pendidikan.

#ayahdidi
#didisuprijadi
#hutke80pgri.
#dirjengtkkeliru
#pgri.