Praktisi hipnoterapis klinis berbasis teknologi pikiran. Membantu klien pada aspek mental, emosi, dan pikiran. Aktif sebagai penulis, konten kreator, juga pembicara publik hingga tour leader Umroh Bareng Yuk. Blog pribadi www.endrosefendi.com. Youtube: @endrosefendi Instagram: @endrosefendi
Masjid ini didirikan pasangan suami-istri H Helmy Riza dan Ibu Hj Eny Yuli Arifah. Nama masjid di Jalan Raya Mantup Kilometer 5 Desa Jotosanur Kecamatan Tikung -- Lamongan itu diambil dari nama putri pemilik masjid yakni Hj Ghassani Namira Mirza.
Masjid Namira ini cukup viral karena sistem pengelolaan masjid profesional, layak dijadikan panutan. Dari pusat kota Surabaya menuju Masjid Namira ini sekitar 50 kilometer, atau hampir dua jam perjalanan dengan kecepatan rata-rata 40 kilometer per jam.
Bangunan masjid yang baru, 300 meter dari bangunan lama, ke arah belakang. Salah satu yang membuat masjid dengan dominasi material marmer dan kaca tebal ini sangat istimewa dibandingkan masjid lain di Indonesia adalah keberadaan kiswah kakbah.
Bekas kain penutup kakbah asli itu sengaja didatangkan dari Masjidil Haram. Kiswah itu terpasang di dinding mihrab imam, tampak kokoh dilindungi kaca tebal. Sementara potongan kiswah berukuran kecil lainnya terbingkai rapi dan dipajang di dinding masjid. Masing-masing tiga di sebelah kiri dan kanan mihrab.
Lebih jelas, yuk simak videonya. (*)
Artikel terkait, simak di sini.