Fauzan Ibnu Junaedy
Fauzan Ibnu Junaedy Mahasiswa

saya adalah orang yang baik pak

Selanjutnya

Tutup

Video

Live streaming sebagai bentuk komunikasi baru

24 September 2026   10:09 Diperbarui: 24 September 2026   10:09 107 0 0

PERUBAHAN CARA BERKOMUNIKASI DI ERA LIVE STREAMING

Perkembangan teknologi membuat cara manusia berkomunikasi mengalami banyak perubahan.
Kalau dulu orang ingin menyampaikan sesuatu kepada banyak orang harus melalui televisi, radio,
atau media cetak, sekarang semuanya bisa dilakukan hanya dengan menggunakan smartphone dan
koneksi internet. Salah satu bentuk komunikasi yang semakin sering kita lihat adalah live streaming.
Saat ini, orang bisa melakukan siaran langsung untuk berbagai macam kegiatan, mulai dari bermain
game, berbagi cerita, berjualan, membuat podcast, sampai membahas suatu kejadian yang sedang
berlangsung.
Live streaming sebenarnya bukan hal yang benar-benar baru. Namun, penggunaannya semakin
berkembang karena masyarakat sekarang terbiasa mendapatkan informasi dengan cepat. Orang tidak
hanya ingin melihat sebuah informasi setelah kejadian selesai, tetapi juga ingin mengikuti sesuatu
ketika sedang berlangsung. Di sinilah live streaming memiliki daya tarik tersendiri karena
memberikan pengalaman komunikasi secara langsung atau realtime.
Hal yang paling membedakan live streaming dengan video biasa adalah adanya interaksi
antara pembuat konten dan penonton. Ketika seseorang menonton video yang sudah direkam,
komunikasi biasanya hanya berjalan satu arah. Pembuat konten menyampaikan pesan, kemudian
penonton menonton dan memberikan respons setelahnya. Sedangkan dalam live streaming,
penonton bisa langsung memberikan komentar, bertanya, atau memberikan reaksi dan pembuat
konten dapat meresponsnya pada saat itu juga.
Kalau dilihat dari kehidupan sehari-hari, hal tersebut sebenarnya sederhana. Namun, justru
kesederhanaan itu yang membuat live streaming terasa lebih dekat. Misalnya, ketika seseorang
sedang melakukan live dan membaca komentar dari penonton, orang yang komentarnya dibaca
biasanya akan merasa senang karena merasa diperhatikan. Walaupun komunikasi tersebut dilakukan
melalui layar, tetap ada rasa bahwa dirinya ikut terlibat dalam percakapan.
Live streaming juga mempunyai suasana yang lebih spontan dibandingkan konten yang sudah
direkam. Dalam video biasa, pembuat konten bisa mengulang bagian yang salah, memotong
percakapan, atau mengedit bagian yang dianggap kurang bagus. Dalam live streaming, semuanya
terjadi secara langsung. Kesalahan kecil, candaan spontan, atau respons terhadap komentar
penonton justru bisa membuat suasana menjadi lebih natural. Penonton bisa melihat sisi pembuat
konten yang lebih apa adanya.
Perubahan ini menunjukkan bahwa media digital sekarang bukan hanya digunakan untuk
menyampaikan pesan Media digital juga sudah menjadi ruang untuk melakukan interaksi

MENGAPA INTERAKSI REALTIME SEMAKIN DIMINATI?

Salah satu alasan utama mengapa live streaming semakin diminati adalah karena penonton merasa
lebih terlibat. Ketika melihat video biasa, penonton hanya menerima apa yang sudah dibuat oleh
kreator. Sedangkan dalam live streaming, penonton mempunyai kesempatan untuk ikut
memengaruhi jalannya pembicaraan. Misalnya, seorang kreator sedang membahas suatu topik dan
ada penonton yang mengajukan pertanyaan. Pertanyaan tersebut bisa langsung dijawab dan menjadi
bagian dari pembahasan.
Interaksi seperti ini membuat komunikasi terasa lebih hidup. Penonton tidak hanya menjadi
orang yang melihat dari balik layar, tetapi bisa ikut menjadi bagian dari percakapan. Komentar,
pertanyaan, dan reaksi yang diberikan penonton dapat membuat pembahasan berkembang ke arah
yang berbeda. Dari sini kita bisa melihat bahwa feedback dalam komunikasi digital dapat terjadi
dengan sangat cepat.
Live streaming juga semakin banyak digunakan dalam dunia jual beli. Sekarang kita sering
melihat penjual melakukan siaran langsung sambil menunjukkan barang yang mereka jual. Calon
pembeli bisa langsung bertanya mengenai harga, ukuran, kualitas, warna, atau cara penggunaan
produk. Penjual pun dapat menjawab pertanyaan tersebut saat itu juga. Cara seperti ini membuat
komunikasi antara penjual dan pembeli menjadi lebih interaktif dibandingkan hanya melihat foto
dan membaca deskripsi produk.
Tidak hanya dalam bisnis, live streaming juga bisa digunakan dalam bidang pendidikan dan
dakwah. Kegiatan seperti seminar, diskusi, kelas online, kajian, atau ceramah dapat dilakukan
melalui siaran langsung. Orang yang berada jauh dari lokasi kegiatan tetap bisa mengikuti acara
tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa live streaming tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi
juga dapat menjadi media untuk menyebarkan pengetahuan dan pesan yang bermanfaat.
Bagi mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam, perkembangan ini cukup menarik untuk
dipelajari. Konsep dasar komunikasi seperti komunikator, komunikan, pesan, media, dan feedback
tetap ada dalam live streaming. Perbedaannya adalah proses komunikasi dapat berlangsung jauh
lebih cepat dan melibatkan banyak orang dalam waktu yang sama. Seorang komunikator juga harus
mampu menyesuaikan cara menyampaikan pesan dengan karakter audiens yang ada di ruang digital.
Walaupun memiliki banyak kelebihan, live streaming juga mempunyai tantangan. Karena
dilakukan secara langsung, seseorang harus lebih berhati-hati dalam berbicara. Informasi yang salah
bisa langsung diketahui dan disebarkan oleh banyak orang. Begitu juga dengan masalah privasi.
Saat melakukan siaran, seseorang bisa saja tanpa sengaja memperlihatkan lokasi, data pribadi, atau
orang lain yang sebenarnya tidak ingin muncul dalam siaran.
Karena itu, kemampuan berkomunikasi tetap harus disertai dengan etika. Menjadi seorang
streamer atau pembuat konten bukan hanya tentang mendapatkan banyak penonton. Cara berbicara,
menghargai penonton, memeriksa kebenaran informasi, dan menjaga privasi juga harus
diperhatikan. Semakin besar jumlah audiens, semakin besar pula tanggung jawab yang dimiliki oleh komunikator