Aku tahu, aku hanyalah seorang yatim
Yang masih berjuang menata hidup dan mimpi
Sebenarnya tak ingin hati ini mencintaimu
Namun takdir mempertemukan kita tanpa kusadari
Saat mengenalmu, ada detakan di dalam jiwa
Terlebih membaca bait-bait yang kau tuliskan
Tentang keikhlasan, kesabaran, dan doa
Seolah menemukan teduh yang lama kucari dalam kehidupan
Entah mengapa rasa itu tumbuh perlahan
Menjadi taman kecil di dalam ruang kesunyian
Seperti surga dalam mimpi yang begitu indah
Namun tak pernah benar-benar mampu kusentuh nyata
Aku sadar, mungkin aku bukanlah pilihanmu
Aku tak memiliki mahkota, harta, ataupun kemewahan
Maka kupelajari arti mencintai tanpa memiliki
Dan menerima bahwa tak semua rasa harus menjadi tujuan
Kini kulatih senyum ketika melihatmu bersanding dengannya
Dia yang datang membawa segala yang tak kumiliki
Meski ada luka yang diam-diam tinggal di dada
Aku memilih ikhlas, sebab mencintaimu juga berarti mendoakanmu bahagia