Feddy WS
Feddy WS Dosen

Science advances not by blind obedience to old answers, but by the courage to question

Selanjutnya

Tutup

Video

'Air Tak Pernah Bertanya'

15 Januari 2026   20:06 Diperbarui: 15 Januari 2026   20:12 124 1 0

Saat Air Tak Pernah Bertanya. Created by [Feddy WS]. Human-led, AI-assisted visual artwork.
Saat Air Tak Pernah Bertanya. Created by [Feddy WS]. Human-led, AI-assisted visual artwork.


Original multimedia work by [Feddy WS], created through human-led direction with AI-assisted visuals, lyrics, music, and video.

[Recommended Headphones and Car Audio]

AIR TAK PERNAH BERTANYA - [YouTube]

[intro]

[verse]
Langit runtuh tanpa suara
Awan menumpahkan segala rahasia
Jalan, rumah, dan doa yang terucap
Luruh di malam lembap dan kelam
Sirene bernyanyi lagu kota
Lampu padam, namun harapan tetap menyala

[pre-chorus]
Kami berlari tanpa arah tersisa
Menyelamatkan nama dan kenangan
Di bawah hujan yang tak mengenal iba

[chorus]
Air tak pernah bertanya apa pun
Siapa tegak, siapa bertakhta
Ia datang dan mengambil segalanya
Tanpa janji, tanpa kata
Kami hanyalah manusia
Belajar kembali untuk berdiri
Di dunia yang tenggelam dalam ingatan

[verse]
Mobil hanyut ke laut yang gelap
Hamparan ladang memantulkan langit yang menangis
Kawanan, mimpi, dan hari esok
Terkubur dalam lumpur dan sisa waktu
Peringatan datang terlambat saat bumi tak mau menunggu
Berita hanya menghitung nasib yang kejam

[pre-chorus]
Di layar, angka terus meninggi
Di lapangan, nyawa yang tak kembali
Di antara statistik dan air mata yang sepi

[chorus]
Air tak pernah bertanya apa pun
Siapa salah atau siapa menjaga
Ia datang menghapus peta dan cerita
Kami hanyalah manusia yang membangun kembali
Dari puing-puing tempat suara kami berseru
Di dunia yang tenggelam dalam ingatan

[chorus]
Air tak pernah bertanya apa pun
Kini mengetuk akal dan kesadaran
Bukan untuk menakut-nakuti, namun mengingatkan
Jika kita ingin esok tetap bernama
Bukan sekadar lolos dan selamat
Maka dengarkanlah sebelum terlambat
Sebelum dunia tenggelam oleh bebannya

[outro]

------

Grand Concept

“Air Tak Pernah Bertanya” adalah narasi musik sinematik tentang perjalanan manusia menghadapi bencana banjir sebagai cermin kelalaian kolektif. Musik bergerak dari keheningan yang mengancam, menuju kepanikan dan kehilangan, lalu berakhir pada kesadaran dan pilihan. Air digambarkan bukan sebagai musuh, melainkan kekuatan netral yang meruntuhkan status, ego, dan ilusi kendali manusia. Di tengah runtuhnya rumah, peta, dan masa depan, musik menyoroti jarak antara angka di layar dan nyawa di lapangan, hingga akhirnya menghadirkan harapan rapuh: bahwa masa depan hanya dapat diselamatkan jika manusia mau mendengar, mengingat, dan berubah sebelum segalanya kembali tenggelam.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2