Science advances not by blind obedience to old answers, but by the courage to question
![Portal Imajinasi: Di Antara Nyata dan Khayal. Illustration: [Feddy WS] (AI-assisted)](https://assets.kompasiana.com/items/album/2026/02/10/feb-10-2026-10-16-15-pm-698b430ced641526ab47e192.png?t=o&v=700)
[Recommended Headphones or Car Audio]
Negeri di Balik Cermin
[intro]
Di sela sunyi kubuka pintu mimpi
Angin berbisik dalam bahasa pelangi
[verse]
Ada kota dari awan di dahi senja
Jalannya terbuat dari tanya
Burung kertas mengeja rahasia
Waktu yang lupa cara melangkahnya
Kutanam bayang di ladang cahaya
Kupetik makna dari embun metafora
[pre-chorus]
Di sini logika hanya tamu
Hati jadi kompas yang selalu tahu
[chorus]
Selamat datang di negeri balik cermin
Mimpi menari tanpa perlu izin
Imajinasi sayap tak kasat
Fantasi bisik lembut dan hangat
Kita simbol yang hidup bernyawa
Kisah abstrak dalam semesta
[verse]
Laut tunggu menelan ragu
Gunung tertawa panggil namaku
Bintang kugenggam janji lama
Retak tapi tetap bercahaya
Di buku langit kutulis harapan
Tinta hujan dan napas bulan
[chorus]
Selamat datang di negeri balik cermin
Mimpi menari tanpa perlu izin
Imajinasi sayap tak kasat
Fantasi bisik lembut dan hangat
Kita simbol yang hidup bernyawa
Kisah abstrak dalam semesta
[outro]
------
Core Idea
"Negeri di Balik Cermin" adalah sebuah perjalanan metaforis yang menembus batas realitas menuju ruang batin terdalam manusia, menciptakan dunia simbolik di mana imajinasi bukan sekadar pelarian, melainkan sumber makna. Cermin di sini bukan sekadar portal fantasi, tetapi ambang kesadaran antara logika dan rasa, tempat ego melemah, waktu melambat, dan pertanyaan lebih bernilai daripada jawaban. Setiap elemen dalam dunia ini memuat simbolisme mendalam: kota dari awan mewakili ide dan kemungkinan, jalan yang terbuat dari tanya melambangkan proses pencarian makna, burung kertas menjadi harapan rapuh yang tetap terbang, waktu yang lupa melangkah menandakan momen kontemplatif, sementara bintang retak yang bercahaya menggambarkan luka yang tetap bersinar. Secara filosofis, lagu ini menegaskan bahwa imajinasi adalah bentuk keberanian, fantasi adalah bahasa jiwa, dan luka, keraguan, serta pertanyaan adalah bahan bakar pertumbuhan; kita semua adalah simbol hidup yang menulis kisah abstrak di semesta, berinteraksi dengan misteri dan keajaiban yang terus menghidupkan jiwa.