KAKEK yang hobi menulis hanya sekedar mengisi hari-hari pensiun bersama cucu sambil melawan pikun.

Melihat sejarah panjang Stasiun Serang sejak zaman kolonial awalnya adalah dari rencana Pemerintah Hindia Belanda membangun jalur kereta api di wilayah Banten pada akhir abad ke-19, tepatnya pembangunan sudah dimulai pada tahun 1889.
Akhirnya pembangunanpun rampung, maka pada 1 Juli 1900, Stasiun Serang resmi beroperasi, bersamaan dengan dibukanya jalur kereta Rangkasbitung-Serang. Dalam operasinya Staatsspoorwegen (SS) yaitu jawatan kereta milik Hindia Belanda bertindak sebagai operator.
Pagi itu Kota Serang dengan cuaca sejuk karena hujan sejak Subuh dan baru saja reda. Penulis berada di Stasiun Serang tengah menunggu kedatangan KA Lokal Commuter Line relasi Merak-Rangkasbitung.
Suasana sepagi itu sudah kelihatan sibuk dengan para penunpang, penulis sempat mengambil video pendek yang menggambarkan kesibukan para pengguna kereta api pada pagi hari itu.
Para pengguna kereta api lokal ini selalu penuh setiap hari terutama pada pagi hari banyak sekali penumpang yang melakukan perjalanan ke Merak atau Rangkasbitung.
Mereka pada umumnya adalah pengguna kereta lokal yang setia sebagai moda transportasi untuk berangkat dan pulang kerja. Disamping tarifnya murah hanya 3000 IDR juga dijamin anti macet.
Setiap gerbong disediakan 100 tempat duduk dengan komposisi kursi 3-2 sehingga walaupun tanpa nomor tempat duduk, para penumpang masih bisa nyaman memilih tempat duduk yang kosong atau berdiri. Penumpang berdiri hanya sekitar 10 persen saja dari kapasitas gerbong yang tersedia.
Setiap kereta lokal memiliki 6 rangkaian dan satu rangkaian kereta petani. Dengan demikian dalam satu rangkaian kereta lokal bisa memuat penumpang sebanyak 600-650 orang.
Sumber: Hensa17 Channel.
Berikut adalah video yang menggambarkan kesibukan Stasiun Serang pada pagi hari. Selamat menikmati. Semoga bermanfaat.
Salam sehat penuh bahagia @hensa17.
*****