Science advances not by blind obedience to old answers, but by the courage to question
![Di Bawah Langit Ampunan. Illustration: [Feddy WS] (AI-assisted)](https://assets.kompasiana.com/items/album/2026/02/11/feb-11-2026-02-33-29-am-698b8715ed6415524a3ceda3.png?t=o&v=700)
[Recommended Headphones or Car Audio]
Di Bawah Langit Ampunan
[intro]
[verse]
Di sunyi retak oleh sesal
Aku datang tanpa topeng palsu
[verse]
Jejak langkah penuh debu dosa
Kata-kata lukai cahaya
Tersesat di lorong ego
Mengira benar padahal rapuh
[pre-chorus]
Namun Kau tetap buka pintu
Saat dunia tutup wajahku
[chorus]
Ampuni aku Tuhan Maha Lembut
Basuh hatiku dengan doa tulus
Jika jatuhku terlalu jauh
Raih aku pulang ke peluk-Mu
Di langit ampunan-Mu
Harapku takkan runtuh
[verse]
Air mata saksi malam
Rindu yang lama kupendam
Belajar dari luka
Hancur bisa jadi jalan pulang
[pre-chorus]
Tak ada sujud yang sia-sia
Saat nama-Mu kusebut cinta
[chorus]
Ampuni aku Tuhan Maha Lembut
Basuh hatiku dengan doa tulus
Jika gelap tutup arah
Jadilah cahaya tiap langkah
Di langit ampunan-Mu
Jiwaku sembuh utuh
[chorus]
Ampuni dengan kasih tak terukur
Kuatkan saat iman melebur
Hingga akhir nafasku luluh
Namamu tetap kusebut utuh
[outro]
------
Core Idea
Perjalanan Spiritual Menuju Pengampunan adalah inti lagu ini—sebuah perjalanan batin dari kesadaran akan salah dan sesal menuju harapan, doa, dan penebusan. Ia menggambarkan manusia yang tersesat dalam ego, jatuh dan berefleksi, lalu menemukan jalan pulang melalui kesadaran spiritual dan keberanian mengetuk pintu Ilahi.
Musik ini adalah perjalanan dari kegelapan batin menuju cahaya pengampunan, di mana doa menjadi jembatan antara kesalahan dan harapan. Bukan sekadar kisah dosa dan maaf, melainkan proses pulang: bahwa kehancuran dapat menjadi awal pemulihan, dan sujud tulus mengembalikan jiwa pada keutuhan di bawah langit ampunan-Nya.