Dari petani, kembali menjadi petani. Hampir separuh hidupnya, dihabiskan dalam kegiatan Community Development: bertani dan beternak, plus kegiatan peningkatan kapasitas hidup komunitas lainnya. Hidup bersama komunitas akar rumput itu sangat menyenangkan bagiku.
Petani bahkan menjadikan ajir sebagai panduan awal jarak tanam agar pertumbuhan antar tanaman tetap seragam.
Jenis tanaman yang biasanya diberi ajir cukup beragam, tergantung kebutuhan dan karakteristik batangnya.
Tanaman hortikultura seperti tomat, cabai, dan terung hampir selalu diberi ajir karena batangnya lunak dan mudah rebah.
Pada tanaman tomat misalnya, ajir membantu menopang cabang yang berat karena buah yang lebat.
Sedangkan pada cabai, ajir mencegah batang patah akibat angin kencang atau beban buah yang menumpuk di ujung ranting.
Selain tanaman sayuran, beberapa jenis tanaman buah juga memerlukan ajir di masa awal pertumbuhannya.
Contohnya adalah tanaman pepaya, melon, dan semangka yang menggunakan ajir untuk menjaga arah tumbuh dan stabilitas batang.
Di perkebunan kelapa sawit atau kakao, ajir juga digunakan saat masa pembibitan untuk menjaga bibit tetap tegak dan tidak miring.
Begitu pula pada tanaman keras seperti sengon, jati, atau mahoni, ajir membantu pembibitan di polibag agar batang tumbuh lurus sebelum dipindahkan ke lahan utama.

Bahan ajir biasanya disesuaikan dengan jenis tanaman. Bambu dan kayu ringan banyak dipilih karena mudah diperoleh dan ramah lingkungan.