Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Selamat Jalan Kakak Kandung Omjay, Almarhum Dody Achmad Fadillah

13 Mei 2026   16:23 Diperbarui: 13 Mei 2026   18:29 156 6 3


Ketika Telepon Pagi Itu Datang: Kakak Kandung Omjay Pulang untuk Selamanya. Selamat Jalan Kakak Kandung Omjay, Almarhum Dody Achmad Fadillah. Inilah kisah Omjay guru blogger Indonesia di Kompasiana tercinta.

Pagi itu belum benar-benar terang. Udara masih terasa dingin, dan suasana rumah masih sunyi. Namun, sebuah telepon mengubah semuanya. Suara di seberang sana terdengar lirih dan berat menahan tangis. Adik saya, Nunung, mengabarkan sesuatu yang membuat dada mendadak sesak.

"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun... Kakang Dody meninggal dunia."

Kalimat itu begitu singkat, tetapi menghantam hati sangat dalam. Tidak ada orang yang benar-benar siap kehilangan saudara kandung. Apalagi kakak yang selama ini menjadi bagian penting perjalanan hidup kita sejak kecil.

https://youtu.be/V6Glb1gsK1g?si=T2dVaiOUu15VN7xz

Pagi itu juga, istri saya menelepon dengan suara bergetar. Berita duka itu akhirnya benar-benar nyata. Kakak kandung saya, Dody Achmad Fadilah bin Achmad Abdullah, telah berpulang ke rahmatullah pukul 06.30 pagi, karena terkena serangan jantung.

Air mata jatuh tanpa mampu ditahan. Saya Omjay terdiam cukup lama. Pikiran langsung melayang pada begitu banyak kenangan masa kecil bersama almarhum. 

Tiba-tiba ingatan berhamburan seperti potongan film lama yang diputar kembali oleh kehidupan.Saya  Omjay teringat saat kami masih kecil. Bermain bersama di halaman rumah, bercanda sederhana, saling mengejek, lalu tertawa bersama. 

Kadang bertengkar hal kecil, tetapi beberapa menit kemudian akur kembali. Begitulah saudara kandung. Tak selalu sejalan, tetapi hati tetap terikat oleh kasih sayang yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.

Kakak saya bukan orang yang banyak bicara. Namun, diamnya sering kali menyimpan perhatian besar kepada keluarga. Dalam banyak keadaan, beliau selalu hadir membantu tanpa banyak meminta balasan. Sosok sederhana yang lebih banyak bekerja daripada berbicara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4