Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Saya membayangkan kembali percakapan-percakapan sederhana bersama almarhum. Candaan ringan. Nasihat singkat. Tatapan hangat seorang kakak kepada adiknya. Semua terasa begitu mahal hari ini.
Kini nomor telepon itu mungkin masih tersimpan, tetapi tidak akan pernah lagi ada suara yang menjawab. Rumah yang biasanya menjadi tempat berkumpul keluarga kini berubah menjadi rumah duka.
Tangisan pecah di mana-mana. Orang-orang berdatangan mengucapkan belasungkawa. Kalimat "yang sabar ya" terus terdengar silih berganti. Namun, sesungguhnya kehilangan saudara kandung meninggalkan ruang kosong yang sulit dijelaskan.
Dalam suasana duka seperti ini, saya kembali belajar tentang makna hidup. Ternyata yang paling penting bukanlah jabatan, bukan kekayaan, bukan popularitas, melainkan amal baik dan jejak kebaikan kepada sesama.
Saat seseorang meninggal dunia, yang dikenang keluarga bukan berapa banyak hartanya, tetapi bagaimana akhlaknya semasa hidup. Bagaimana ia memperlakukan orang lain. Bagaimana ia membantu saudara-saudaranya. Bagaimana ia membuat orang lain merasa dihargai.
Dan saya percaya, salah satu jejak indah yang ditinggalkan Kakang Dody adalah semangatnya menyebarkan dakwah dan kebaikan kepada keluarga. Mungkin sederhana, tetapi sangat bermakna.
Itulah mengapa banyak orang yang menyolatkan, mendoakan, dan mengantarkan jenazah Kakak saya sampai ke liang kubur. Kakak saya bukan orang terkenal, tapi dia orang baik dan sangat baik dengan semua adiknya.
Semoga semua amal baik Kakang Dody diterima Allah SWT. Semoga segala dosa dan khilafnya diampuni. Semoga kuburnya dilapangkan. Semoga beliau ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin ya rabbal alamin.
Kehilangan ini juga menjadi pengingat bagi saya pribadi. Bahwa hidup harus diisi dengan kebaikan selagi masih diberi kesempatan bernapas. Jangan menunda meminta maaf. Jangan pelit menunjukkan kasih sayang kepada keluarga.
Jangan terlalu sibuk dengan urusan dunia sampai lupa meluangkan waktu bersama orang-orang tercinta. Sebab pada akhirnya, yang tersisa hanyalah kenangan, amal baik, dan doa.
Hari ini saya benar-benar memahami satu hal: tidak ada perpisahan paling menyakitkan selain ditinggal saudara kandung untuk selamanya. Namun sebagai manusia beriman, kami percaya bahwa setiap yang hidup pasti akan kembali kepada-Nya.