Dari petani, kembali menjadi petani. Hampir separuh hidupnya, dihabiskan dalam kegiatan Community Development: bertani dan beternak, plus kegiatan peningkatan kapasitas hidup komunitas lainnya. Hidup bersama komunitas akar rumput itu sangat menyenangkan bagiku.
Lorong sempit di rumah kerap dipandang sebelah mata. Area ini sering dibiarkan kosong, lembab, atau sekadar menjadi jalur lalu lintas tanpa fungsi berarti.
Padahal, dengan sentuhan kreativitas dan perencanaan sederhana, lorong sempit bisa disulap menjadi integrated farming yang tidak hanya estetik, tetapi juga produktif dan ramah lingkungan.
Konsep ini semakin relevan bagi rumah-rumah perkotaan yang lahannya terbatas, namun tetap ingin menghadirkan ruang hijau dan sumber pangan mandiri.
Integrated farming di lorong sempit pada dasarnya memadukan beberapa elemen pertanian skala rumah tangga dalam satu ruang terintegrasi, berupa kolam ikan, sayuran, obat keluarga, dan bunga hias.
Dari praktik langsung di rumah, langkah pertama yang dilakukan adalah mengamati karakter lorong, arah datangnya cahaya matahari, sirkulasi udara, serta tingkat kelembaban.
Lorong yang mendapat sinar pagi selama 2–4 jam sudah cukup ideal untuk tanaman daun seperti kangkung, selada, bayam, dan pakcoy.
Jika cahaya terbatas, tanaman herbal seperti mint, kemangi, daun bawang, dan seledri tetap bisa tumbuh optimal. Selain itu, bisa ditambahkan aneka tanaman obat keluarga seperti aloevera, pandan, mayana, sereh, kencur, dan jenis lain yang sering dimanfaatkan.
Di rumah, kolam dibuat dengan cara ditempel pada dinding rumah, mengikuti panjang tembok rumah. Karena panjang, maka kolam di rumah di sekat jadi 4 bagian kecil.
Ada dua jenis ikan yang dipelihara, yaitu lele dan nila. Dua bak pertama diisi bibit telebih dahulu hingga 1 bulan, lalu dua bak berikutnya diisi dengan bibit. Dengan demikian, panen ikan pun bisa bertahap dan tidak kekurangan sumber protein untuk mendukung gizi keluarga yang diperoleh dari lorong sempit.
Di atas bak ikan, diletakkan aneka tanaman sayuran dan toga di di dalam pot sesuai dengan selera dan kemungkinan keberhasilannya. Karena cukup luas, bisa dikombinasi dengan tanaman bunga sehingga bisa semakin menarik untuk berlama-lama di situ. Bahkan, serangga dan burung pun berdatangan.

Integrated farming di lorong sempit tidak hanya soal tanaman dan ikan, tetapi juga pengelolaan limbah organik.