Dari petani, kembali menjadi petani. Hampir separuh hidupnya, dihabiskan dalam kegiatan Community Development: bertani dan beternak, plus kegiatan peningkatan kapasitas hidup komunitas lainnya. Hidup bersama komunitas akar rumput itu sangat menyenangkan bagiku.
Umat mengiringi Sakramen ke altar reposisi untuk berjaga, berdoa, dan merenungkan kesetiaan serta pengorbanan-Nya sebelum disalibkan.
Prosesi ini sekaligus mengosongkan tabernakel sebagai tanda dimulainya sengsara Tuhan.

Perarakan Sakramen Mahakudus mengeliling umat di Gereja memiliki beberapa makna penting dalam tradisi perayaan umat Katolik.
1. Menemani Yesus di Getsemani
Umat diajak untuk "berjaga-jaga" bersama Yesus yang mengalami kesedihan mendalam dan berdoa, merespons ajakan-Nya kepada murid-murid-Nya sebelum ditangkap.
2. Adorasi dan Penghormatan
Ini adalah wujud sembah sujud kepada Yesus yang hadir secara nyata dalam rupa Roti dan Anggur, yang rela menyerahkan diri-Nya demi keselamatan manusia.
3. Transisi Menuju Sengsara (Jumat Agung)
Pemindahan Sakramen dari tabernakel utama ke altar reposisi menandakan bahwa Yesus "diambil" dan dimulainya masa sengsara, di mana Gereja memasuki suasana hening dan duka hingga Sabtu Suci.
4. Peringatan Perjamuan Terakhir