Gregorius Nafanu
Gregorius Nafanu Petani

Dari petani, kembali menjadi petani. Hampir separuh hidupnya, dihabiskan dalam kegiatan Community Development: bertani dan beternak, plus kegiatan peningkatan kapasitas hidup komunitas lainnya. Hidup bersama komunitas akar rumput itu sangat menyenangkan bagiku.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Perarakan Sakramen Mahakudus di Hari Kamis Putih

2 April 2026   19:11 Diperbarui: 2 April 2026   19:11 219 3 0

Umat mengiringi Sakramen ke altar reposisi untuk berjaga, berdoa, dan merenungkan kesetiaan serta pengorbanan-Nya sebelum disalibkan.

Prosesi ini sekaligus mengosongkan tabernakel sebagai tanda dimulainya sengsara Tuhan.

Perarakan Sakramen Mahakudus di Gereja Katolik Tofa, Keuskupan Agung Kupang pada Kamis Putih, 2/4/2026 (dok: Gregorius Nafanu)
Perarakan Sakramen Mahakudus di Gereja Katolik Tofa, Keuskupan Agung Kupang pada Kamis Putih, 2/4/2026 (dok: Gregorius Nafanu)

Makna Mendalam Perarakan Sakramen Mahakudus

Perarakan Sakramen Mahakudus mengeliling umat di Gereja memiliki beberapa makna penting dalam tradisi perayaan umat Katolik.

1. Menemani Yesus di Getsemani

Umat diajak untuk "berjaga-jaga" bersama Yesus yang mengalami kesedihan mendalam dan berdoa, merespons ajakan-Nya kepada murid-murid-Nya sebelum ditangkap.

2. Adorasi dan Penghormatan

Ini adalah wujud sembah sujud kepada Yesus yang hadir secara nyata dalam rupa Roti dan Anggur, yang rela menyerahkan diri-Nya demi keselamatan manusia.

3. Transisi Menuju Sengsara (Jumat Agung)

Pemindahan Sakramen dari tabernakel utama ke altar reposisi menandakan bahwa Yesus "diambil" dan dimulainya masa sengsara, di mana Gereja memasuki suasana hening dan duka hingga Sabtu Suci.

4. Peringatan Perjamuan Terakhir

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3