Dari petani, kembali menjadi petani. Hampir separuh hidupnya, dihabiskan dalam kegiatan Community Development: bertani dan beternak, plus kegiatan peningkatan kapasitas hidup komunitas lainnya. Hidup bersama komunitas akar rumput itu sangat menyenangkan bagiku.
Perarakan ini menegaskan kembali makna Ekaristi sebagai sakramen cinta kasih dan persatuan yang tak terpisahkan antara Kristus dan umat-Nya.
Setelah perarakan, umat biasanya meluangkan waktu untuk melakukan tuguran (adorasi) di depan Sakramen Mahakudus dalam suasana hening dan kontemplatif.***