Dari petani, kembali menjadi petani. Hampir separuh hidupnya, dihabiskan dalam kegiatan Community Development: bertani dan beternak, plus kegiatan peningkatan kapasitas hidup komunitas lainnya. Hidup bersama komunitas akar rumput itu sangat menyenangkan bagiku.
2. Tetragonula laeviceps: biasa dinamakan "kelulut nasi".
Ukurannya kecil, sangat umum ditemukan di pekarangan rumah, dan mudah dibudidayakan karena beradaptasi dengan baik di kotak kayu.
3. Geniotrigona thoracica: jenis ini juga populer karena ukuran tubuhnya yang besar dan sering menghasilkan madu dalam jumlah yang cukup signifikan.
4. Tetragonula biroi: sering dibudidayakan dan dikenal produktif dalam menghasilkan madu.
5. Tetragonula drescheri: salah satu jenis yang umum dalam pembudidayaan klanceng.
Sedangkan beberapa jenis Klanceng liar yang tumbuh bebas di alam, diantaranya adalah Tetragonula cincta yang sering ditemukan hidup liar di alam.
Ada juga Tetragonula borneensis, yaitu spesies endemik yang umum di daerah hutan, dan Tetragonula fusco-balteata, salah satu jenis lebah klanceng berukuran kecil yang umum hidup liar.
Selain itu, ada spesies Lophotrigona canifrons, lebah liar yang juga berpotensi menghasilkan madu dan propolis. Kanceng liar lainnya seperti Sundatrigona moorei dan Trigona terminata.

Untuk lebah klanceng budidaya, cocok untuk dibudidayakan di kota. Lebah ini bisa mendapatkan madu dan propolis dari bunga di sekitar seperti air mata pengantin, bunga matahari, krokot dan bunga hias lain yang berbunga sepanjang musim.***