Gregorius Nafanu
Gregorius Nafanu Petani

Dari petani, kembali menjadi petani. Hampir separuh hidupnya, dihabiskan dalam kegiatan Community Development: bertani dan beternak, plus kegiatan peningkatan kapasitas hidup komunitas lainnya. Hidup bersama komunitas akar rumput itu sangat menyenangkan bagiku.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Hanjuang Merah, Tanaman Obat Tradisional dan Penangkal Ilmu Hitam

27 Mei 2026   13:21 Diperbarui: 27 Mei 2026   13:21 128 7 2

Sumber: https://www.youtube.com/@gnafanu

Hanjuang Merah (Cordyline fruticosa) dikenal luas sebagai tanaman tropis yang tumbuh subur di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. 

Tampilannya yang mencolok dengan gradasi warna merah hingga ungu menjadikannya favorit sebagai penghias taman dan pekarangan rumah. 

Namun, daya tarik tanaman ini tidak berhenti pada keindahannya saja. Hanjuang merah juga menyimpan potensi besar sebagai tanaman obat tradisional yang telah lama dimanfaatkan masyarakat.

Tanaman Obat Herbal

Berbagai studi mengungkap bahwa daun hanjuang merah mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tannin, saponin, alkaloid, serta polifenol. 

Kombinasi zat alami tersebut memberikan efek farmakologis yang cukup luas, terutama dalam membantu menjaga kesehatan tubuh

Tidak heran jika tanaman ini mulai kembali dilirik sebagai solusi herbal di tengah meningkatnya minat terhadap pengobatan alami.

Dalam praktik tradisional, daun hanjuang merah kerap digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan, termasuk diare. 

Kandungan flavonoid dan tannin di dalamnya berperan sebagai agen alami yang membantu menstabilkan sistem pencernaan. 

Selain itu, sifat antiinflamasi yang dimiliki tanaman ini juga efektif meredakan pembengkakan, termasuk pada kasus wasir maupun memar akibat benturan.

Penggunaan hanjuang merah sebagai obat luar juga cukup populer. Air hasil rebusan daunnya sering dimanfaatkan untuk membersihkan luka ringan agar lebih cepat mengering.

 Kompres dari rebusan daun ini juga dipercaya mampu membantu mengurangi rasa nyeri dan peradangan pada bagian tubuh tertentu. 

Metode sederhana ini telah digunakan secara turun-temurun oleh masyarakat sebagai alternatif pengobatan alami.

Tak hanya itu, hanjuang merah juga dikaitkan dengan kemampuannya dalam membantu menurunkan kadar kolesterol. 

Kandungan saponin di dalamnya diketahui dapat menghambat penyerapan kolesterol berlebih dalam tubuh. 

Selain itu, minuman herbal dari rebusan daun hanjuang merah juga sering dikonsumsi untuk membantu meredakan sakit kepala serta kelelahan setelah aktivitas berat.

Dari segi bentuk, tanaman ini memiliki ciri khas berupa daun memanjang dengan ujung meruncing dan permukaan yang licin. 

Warna daun dapat berubah tergantung paparan cahaya, mulai dari merah cerah saat terkena sinar matahari langsung hingga ungu gelap saat berada di tempat teduh. 

Batangnya tumbuh tegak dengan pola tunggal, sementara sistem akarnya berbentuk serabut.

Untuk budidaya, hanjuang merah tergolong mudah dikembangkan. Metode yang paling umum digunakan adalah stek batang, yaitu dengan memotong bagian batang lalu menanamnya kembali pada media tanah yang subur. 

Tanaman ini tidak membutuhkan perawatan rumit, sehingga cocok ditanam oleh pemula sekalipun.

Hanjuang merah, dimanfaatkan untuk obat, penolak bala, batas pekarangan, dan penanda tanaman (dok: Gregorius Nafanu)
Hanjuang merah, dimanfaatkan untuk obat, penolak bala, batas pekarangan, dan penanda tanaman (dok: Gregorius Nafanu)

Tanaman Pembatas dan Pencegah Ilmu Hitam

Di beberapa daerah, tanaman ini dijadikan sebagai pembatas lahan, penanda kepemilikan tanaman, hingga ditanam di sudut atau empat mata penjuru angin.

Di Saparua-Maluku, petani menggunakan hanjuang merah sebagai penanda tanaman cengkeh, duren, dan tanaman umur panjang lainnya.

Sementara beberapa daerah di Sumatera menjadikan hanjuang sebagai tanaman pembatas antar pekarangan atau kebun dengan kebun. 

Di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, hanjuang merah bahkan ditanam di sudut-sudut rumah atau pekarangan. Sering ditanam pada 4 penjuru mata angin: Utara Selatan, Timur-Barat.

Tujuannya adalah untuk menangkal roh jahat, ilmu hitam, atau bala bencana yang sengaja dikirim oleh orang atau kekuatan lain untuk mencelakakan pemilik rumah.***

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3