Dari petani, kembali menjadi petani. Hampir separuh hidupnya, dihabiskan dalam kegiatan Community Development: bertani dan beternak, plus kegiatan peningkatan kapasitas hidup komunitas lainnya. Hidup bersama komunitas akar rumput itu sangat menyenangkan bagiku.

Bukan hanya memasang umpan, proses melepaskan ikan dari mata kail juga memerlukan bantuan.
Mata kail yang tajam berisiko melukai tangan anak jika dilakukan tanpa pengalaman. Karena itu, setiap kali ikan berhasil ditangkap, orang dewasa segera membantu melepaskannya dengan hati-hati sebelum ikan dimasukkan ke dalam wadah.
Pendampingan seperti ini bukan hanya demi keamanan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengajarkan anak tentang kesabaran, tanggung jawab, dan cara memperlakukan hewan dengan baik.
Anak belajar bahwa memancing bukan sekadar mendapatkan ikan, melainkan juga memahami proses, menghargai alam, dan menjaga keselamatan selama beraktivitas.
Kolam sang kakak di Nekus yang berada di belakang rumah memiliki banyak ikan nila. Tidak mengherankan jika dalam waktu yang tidak terlalu lama, ember tempat menyimpan hasil tangkapan mulai dipenuhi ikan nila berukuran sedang hingga besar.
Beberapa ikan dengan ukuran kecil dilepaskan kembali ke kolam. Mulanya, si bocah merasa kecewa karena hasil pancingannya dilepas kembali tetapi akhirnya ia tahu bahwa yang diambil adalah yang ukuran sedang hingga besar.
Melihat hasil tangkapan yang terus bertambah, rasa percaya diri sang bocah pun semakin meningkat.
Ia bahkan beberapa kali meminta agar waktu memancing diperpanjang karena merasa sangat menikmati kegiatan tersebut.
Pengalaman pertama itu seolah menjadi awal munculnya hobi baru yang menyenangkan.
Mengolah Hasil Mancing Bersama