Dari petani, kembali menjadi petani. Hampir separuh hidupnya, dihabiskan dalam kegiatan Community Development: bertani dan beternak, plus kegiatan peningkatan kapasitas hidup komunitas lainnya. Hidup bersama komunitas akar rumput itu sangat menyenangkan bagiku.
Pengalaman sederhana di Nekus membuktikan bahwa libur sekolah tidak harus diisi dengan perjalanan mahal atau hiburan modern.
Alam pedesaan mampu menghadirkan pelajaran hidup yang jauh lebih berharga. Anak belajar tentang kesabaran saat menunggu ikan menyambar umpan.
Mereka belajar bekerja sama dengan orang tua, mengenal sumber pangan, hingga memahami bahwa makanan yang tersaji di meja merupakan hasil dari sebuah proses panjang.
"Mancing mania, refreshing!" bukan sekadar ungkapan yang identik dengan hobi memancing.
Bagi keluarga ini, kalimat tersebut benar-benar menjadi gambaran bagaimana libur sekolah diisi dengan aktivitas yang menyenangkan, mendidik, sekaligus mempererat hubungan antara orang tua dan anak.
Dari sebuah kolam ikan di Nekus, lahirlah kenangan sederhana yang akan terus dikenang, lengkap dengan puluhan ikan nila segar yang berakhir menjadi santapan lezat untuk dinikmati bersama keluarga.***