KAKEK yang hobi menulis hanya sekedar mengisi hari-hari pensiun bersama cucu sambil melawan pikun.

Pengusaha Kaki Lima atau yang dikenal dengan sebutan PKL adalah sejenis Usaha Mikro Kecil (UMK) yang terus bertahan di tengah segala krisis apapun yang terjadi di Negeri ini.
Memang luar biasa segala upaya mereka untuk tetap bertahan dalam berbisnis di tengah ketidak pastian ekonomi global ini, akibat ulah USA yang memulai perang di kawasan Timur Tengah yang hingga kini belum berakhir.
Namun kebanyakan dari mereka kenapa masih bertahan, hal itu terpaksa karena tidak ada pilihan lain kecuali usaha mereka saat ini yang sudah berjalan lama dengan pelanggan setianya.
Salah satu dari PKL itu adalah sebuah lapak kuliner Kupat Tahu dan Ketoprak Suzuki. Lapak PKL ini berjualan di depan Dealer Motor Suzuki yang berada di komplek Ruko dan Perumahan Taman Kopo Indah III Kabupaten Bandung.
Itulah sebabnya Pemilik Lapak yang bernama Muhammad Yusuf Solehudin, menamai lapaknya dengan Kupat Tahu dan Ketoprak Suzuki. Menurut pengakuan istrinya kepada penulis, dia bersama suaminya sudah berjualan sejak tahun 2006. Artinya sudah 20 tahun berbisnis kupat tahu dan ketoprak tersebut.
Seiring dengan semakin majunya teknologi informasi maka lapak kupat tahun ini juga sudah mulai berjualan dengan cara online dalam melayani pesanan melalui kerja sama dengan aplikasi online yang sudah dikenal oleh masyarakat.
Menurut pendapat penulis yang sudah menjadi langganan sejak hampir 10 tahun, kelezatan kupat tahu ini terletak pada perpaduan tahu putih berkualitas tinggi yang digoreng setengah kering.
Dengan saus kacang yang kental, atau lekoh dalam Bahasa Sunda. Serta penggunaan gula merah dan kecap yang berkualitas. Lalu cara pembuatan bumbu juga khas.

Kacang tanah digoreng lalu ditumbuk untuk dihaluskan. Setelah itu terlebih dulu ditumis bersama bumbu halus (bawang putih dan kencur) lalu menambahkan kentang rebus halus untuk tekstur kental, dan penggunaan air asam jawa. Begitu info dari Bapak penjual ketika ngobrol santai.
Bumbu ini selain bumbu kupat tahu orisinil juga ada bumbu yang menggunakan petis sebagai tambahan rasa untuk kupat tahu bumbu petis yang tentu rasanya lebih gurih.
Tahu yang digunakan adalah tahu putih yang memiliki tekstur lembut. Kupat dibuat dengan beras premium sehingga teksturnya padat tapi tetap halus. Begitu pula kerupuk menggunakan kerupuk kanji. Sementara itu tauge dan irisan mentimun disajikan dalam bentuk segar.
Bagaimana dengan ketoprak yang selama ini dikenal sebagai kuliner Betawi. Lapak ini juga menjual ketoprak. Bahan-bahannya hampir sama, perbedaan utamanya ada pada bahan tambahan yaitu bihun selain tauge dan irisan mentimun. Untuk ketoprak kadang ada tambahan telur rebus yang dibelah separo sesuai permintaan para pembeli.
Umumnya bumbu kacang ketoprak memiliki tekstur yang lebih kental dari bumbu kupat tahu. Begitu pula dengan aroma wangi bawang putihnya lebih kuat. Penyajian bumbunya juga dibuat langsung dipiring yang digunakan.
Harga per porsinya hanya 13.000 IDR, sangat ramah di kantong, sebelum Lebaran harganya masih 12.000 IDR, naik seribu rupiah masih wajar karena ada kenaikkan bahan-bahan pokok seperti tahu yang kedelainya masih impor dimana uang dollar kurnya naik terhadap rupiah.
Usaha mikro kecil ini tetap bertahan sampai hari sejak 20 tahun yang lalu adalah bukti bahwa mereka adalah para pebisnis tangguh yang sangat mandiri.
Yuk kita lihat video sederhana yang sempat dibuat pada saat penulis berada di lapak PKL tersebut untuk membeli kupat tahu bumbu petis.
Semoga bermanfaat. Terima kasih kepada para pembaca yang setia dengan Channel ini.
Salam bahagia @hensa17.
*****