AKIHensa
AKIHensa Penulis

KAKEK yang hobi menulis hanya sekedar mengisi hari-hari pensiun bersama cucu sambil melawan pikun.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Si Pejuang Literasi dan Mata yang Enak Dipandang Ahmad Tohari

18 April 2026   09:32 Diperbarui: 18 April 2026   15:17 200 33 19

Gramedia Kota Serang (Foto Dokumentasi Pribadi/Hensa17). 
Gramedia Kota Serang (Foto Dokumentasi Pribadi/Hensa17). 

Ceritanya begini teman-teman, ketika rutinitas mengunjungi cucu kedua kami di Serang Banten, mata saya tertuju pada lampu menyala yang bertuliskan aksara dalam huruf menyolok dengan logo huruf G. Ya benar itu adalah Gramedia, Si Pejuang Literasi di Negeri ini. 

Pembukaan toko buku Gramedia di Kota Serang ini adalah bukti nyata bahwa Gramedia selalu berkomitmen kuat untuk mendekatkan akses literasi bagi para pecinta buku di negeri ini. 

Hal ini juga merupakan upaya untuk meningkatkan edukasi yang terus menerus betapa pentingnya dunia literasi kita harus ditingkatkan untuk mengejar ketertinggalan dari negara lain. 

Selain beragam jenis buku yang lengkap tersedia, Gramedia Serang juga sudah siap menjadi pusat belanja buku pelajaran sekolah, alat tulis, hingga berbagai perlengkapan penunjang belajar lainnya. 

Hadirnya Toko Buku Gramedia di Kota Serang diharapkan bisa menjadi centra literasi bagi warga Kota Serang dan sekitarnya. Kehadirannya juga sebagai Gramedia kemitraan yang ke-6 pada tahun 2025 dan ke-144 untuk seluruh store Gramedia di Indonesia.  

Masyarakat luas pada umumnya diharapkan semakin dekat pada minat membaca buku. Begitu pula para pelajar dan mahasiswa semakin meningkatkan budaya mereka dalam membaca sekaligus menjadi katalis dalam membangun tradisi literasi yang berkelanjutan di Kota Serang Banten. 

Untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat, Gramedia Serang membuka pelayanan Pesan Bayar Antar, khusus bagi mereka yang akan membeli buku dari rumah. 

Sementara itu dalam bertransaksi, Gramedia Serang melakukan sistem pembayaran yang sangat fleksibel baik tunai maupun non tunai dengan berbagai metoda pembayaran seperti melalui kartu debit, credit card dan QRIS. Bahkan dalam membeli buku ada cara yang lebih meringankan bagi para pembeli yaitu dengan sistem cicilan. 

Ayo para pecinta buku catat ini alamat lengkap Gramedia Serang yaitu berlokasi di Jl. Raya Cilegon, Desa Drangong Blok RA Ruko No.A1-A2, RW 4, Kec. Taktakan, Kota Serang. 

Berjumpa Mata yang Enak Dipandang Ahmad Tohari 

Malam itu saya mengamati rak-rak yang berisi novel dan kumpulan cerpen. Mata ini akhirnya tertuju pada sebuah buku karya Ahmad Tohari yang berjudul Mata yang Enak Dipandang. 

Buku ini berupa kumpulan cerpen karya Ahmad Tohari antara tahun 1983 dan 1997. Ada 15 cerita pendek yang diterbitkan dalam buku tersebut merupakan cetakan ke-7 pada Januari tahun 2026. 

Ahmad Tohari adalah novelis dan cerpenis yang sangat memahami kehidupan masyarakat bawah. Orang-orang kecil disekitarnya selalu diangkat ke dalam cerita pendek atau novel dengan bahasa yang lugas tanpa basa basi. 

Foto Dokumentasi Pribadi/Hensa17. 
Foto Dokumentasi Pribadi/Hensa17. 

Narasi yang khas dari sosok Ahmad Tohari menjadikan pembaca betah mengikuti setiap alur yang tersaji dalam setiap karyanya baik itu cerpen maupun novel. 

Pada buku kumpulan cerpennya yang berjudul Mata yang Enak Dipandang, saya bisa merasakan kesan narasi kuat dari karakter khas Ahmad Tohari. Judul buku kumpulan cerpen itu juga sekaligus sebagai cerpen pertama yang disajikan pada halaman pertama. 

Membaca cerpen ini kita diajak untuk merasakan penderitaan lelaki bernama Mirta seorang pengemis buta yang sering mangkal di depan sebuah stasiun kereta api. 

Mirta berteman dengan Tarsa yang juga penuntunnya yang sering memerasnya untuk kebutuhan makan dan minum Tarsa. Seperti siang itu Mirta dibiarkan berdiri di trotoar kepanasan tak berdaya. Baru Tarsa menuntunnya ke tempat teduh dengan imbalan segelas es limun. Pemerasan segelas es limun itu bukan yang pertama. 

Ketika uang hasil mengemis itu ludes, Tarsa kembali memaksakan kehendaknya untuk mengemis di stasiun kereta api itu. Tapi Mirta tidak mau karena kelelahan akibat kepanasan berjam-jam. 

Kereta yang baru datang itu adalah kereta eksekutif yang menurut Mirta para penumpangnya pelit-pelit. Berbeda dengan penumpang kereta ekonomi yang penumpangnya bermata  yang enak dipandang dan ramah dalam memberi. 

Tarsa menyerah ketika dia tidak berhasil mengajak Mirta beranjak dari tempat duduknya di tempat panas itu. Tarsa tetap mebiarkan Mirta di sana kepanasan. 

Ketika kereta ekonomi masuk stasiun, Tarsa kembali berlari mengajak Mirta untuk mengemis pada penumpang yang matanya enak dipandang. 

Namun apa yang terjadi Mirta masih terduduk dalam diam yang panjang dalam hening yang pasti sebagai akhir penderitaan yang panjang dalam kehidupannya. Ahmad Tohari sangat pandai membuat perasaan para pembacanya dalam keharuan.  

Di Gramedia itu masih banyak kumpulan cerita pendek dan novel yang sangat menarik dibaca dan diresapi setiap makna yang menjadi pesan moral para penulisnya. 

Nah teman-teman mari kita ikuti sejenak sebuah video yang sempat saya unggah di channel saya. Semoga bermanfaat. 

Sumber video: https://youtu.be/ulFFdneWZy4

Salam literasi @hensa17. 

***** 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3