Ika Maya Susanti
Ika Maya Susanti Penulis

Lulusan Pendidikan Ekonomi. Pernah menjadi reporter, dosen, dan guru untuk tingkat PAUD, SD, dan SMA. Saat ini menekuni dunia kepenulisan.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Pasar Takjil di Sepanjang Jalan Pule Tikung Lamongan

15 Maret 2024   23:01 Diperbarui: 15 Maret 2024   23:18 465 5 2

Hanya saja khusus ramadan, ia menambah jualannya dengan es degan dan sedikit gorengan. Gorengan ini hanya dijual sekitaran setelah ashar dan tandas satu jam kemudian. 

Menurut saya penyebab dari jualannya yang tak seperti biasanya adalah tidak seberapa banyaknya pembeli yang datang. 

Jujur, saya juga agak bingung sih dengan gaya konsumsi di desa. Karena jika di kota, bisa jadi jualan yang seperti sosis, burger, corn dog, dan yang lainnya bakal laris manis.

Hal unik lain juga saya temukan saat keluar kampung, menuju ruas jalan yang ada di daerah Pule. Bisa dibilang, tidak ada yang berbeda jauh antara saat ramadan atau tidak. Karena di luar waktu puasa pun, ruas jalan ini terkenal cukup ramai penjual aneka makanan dan minuman.

Hanya saja yang berbeda adalah, di saat ramadan, ada juga beberapa penjual makanan matang seperti sayur dan lauk siap santap. Selain itu, ada juga penjual ea gayung, es dalam wadah-wadah besar yang penjualnya akan menggayung esnya untuk dituang di plastik.

Sementara itu sekitaran parkiran Ruko Pule yang perkuraan saya bakal diisi dengan penjual takjil dadakan, nyatanya tidak ada yang berubah. Sepertinya para penjual lebih memilih berjualan di ruas jalan untuk memudahkan pembeli singgah bertransaksi.

Hal lain yang saya dapati adalah tidak adanya makanan khas daerah yang khusus ada saat ramadan. Yang ada hanyalah penjual putu atau nasi boran yang memang juga ada di saat selain bulan puasa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2