Kami mendukung taman baca di Soa NTT dan Boyolali. KRewards sepenuhnya untuk dukung cita-cita literasi. Untuk donasi naskah, buku, dan dana silakan hubungi: donasibukuina@gmail.com

Video itu mengangkat tren tanaman hias. "Jika berkenan, apakah Pak Teo bisa membuat video singkat dengan menjawab beberapa pertanyaan yang akan saya kirim di sini?" begitu pintanya.
Tentu saja saya senang dimintai tolong tentang sesuatu yang menjadi hobi. Ya, saya hobi berkebun dan merawat tanaman hias, selain menulis di Kompasiana tentu saja.
Konten video yang perlu saya rekam akan berisi jawaban atas tiga pertanyaan yang dikirim oleh mahasiswi yang juga adalah seorang kompasianer dengan nama akun Maria Ayu. Ia juga menyenangi seni, tari, fotografi, dan teater.
Dari pengakuannya, dia mendapatkan informasi tentang hobi dan bisnis rintisan tanaman hias yang baru kami geluti bersama istri beberapa bulan terakhir ini dari Romo Bobby. Siapa yang tidak kenal pemenang 2 kusala Kompasiana Award Tahun 2020 ini, di kategori Terbaik dalam Opini dan Pilihan Khalayak.
Ia adalah seorang kompasianer yang belum pernah saya temui, tapi sepertinya sudah bertemu di mana-mana, karena kesenangannya membantu serta memotivasi orang-orang. Dia dapat dijumpai di Kompasiana pada akun Ruang Berbagi.
Tiga Hal Terkait Tanaman Hias di Masa Pandemi
Akhir-akhir ini, setidaknya sejak awal pandemi Covid-19, di mana orang-orang dianjurkan untuk lebih banyak di rumah saja, dan pembatasan aktivitas di luar rumah, memang membuat tren merawat tanaman hias tampaknya semakin meningkat. Tren itu tentu saja membuka suatu peluang untuk berbisnis tanaman hias.
Dari situlah, mbak Maria Ayu ingin mengetahui, pertama, "Apa motivasi saya berbisnis tanaman hias? Apakah memang berawal dari hobi bercocok tanam, dan kemudian karena ada peluang seperti ini lalu dimanfaatkan sebagai lahan bisnis?" Kedua, "Apa manfaat dan keuntungan yang diperoleh ketika berbisnis tanaman hias?"
Lalu yang ketiga, "Bagaimana prospek ke depan untuk bisnis tanaman hias? Apakah seterusnya akan berbisnis seperti ini atau ketika hanya adanya tren tanaman hias saja?"
Saya dibantu oleh istri merekam video untuk menjawab ketiga pertanyaan mba Ayu itu, di kebun dengan latar bunga-bunga yang kami tanam. Videonya sudah diusahakan sekreatif mungkin, tapi hanya dengan kamera telepon genggam seadanya.