Inspirasiana
Inspirasiana Full Time Blogger

Kami mendukung taman baca di Soa NTT dan Boyolali. KRewards sepenuhnya untuk dukung cita-cita literasi. Untuk donasi naskah, buku, dan dana silakan hubungi: donasibukuina@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Tren Tanaman Hias sebagai Peluang Usaha di Tengah Pandemi

20 Februari 2021   08:23 Diperbarui: 20 Februari 2021   08:36 954 37 10

Cymbidium Chenruby (Dok. TT van de Karr)
Cymbidium Chenruby (Dok. TT van de Karr)
Pada 25 November 2020 yang lalu, seorang rekan kompasianer, Ayu Diva Yulita, menyampaikan sebuah permohonan melalui WhatsApp. Dia sedang mengerjakan sebuah tugas membuat berita dalam bentuk video.

Video itu mengangkat tren tanaman hias. "Jika berkenan, apakah Pak Teo bisa membuat video singkat dengan menjawab beberapa pertanyaan yang akan saya kirim di sini?" begitu pintanya.

Tentu saja saya senang dimintai tolong tentang sesuatu yang menjadi hobi. Ya, saya hobi berkebun dan merawat tanaman hias, selain menulis di Kompasiana tentu saja.

Konten video yang perlu saya rekam akan berisi jawaban atas tiga pertanyaan yang dikirim oleh mahasiswi yang juga adalah seorang kompasianer dengan nama akun Maria Ayu. Ia juga menyenangi seni, tari, fotografi, dan teater.

Dari pengakuannya, dia mendapatkan informasi tentang hobi dan bisnis rintisan tanaman hias yang baru kami geluti bersama istri beberapa bulan terakhir ini dari Romo Bobby. Siapa yang tidak kenal pemenang 2 kusala Kompasiana Award Tahun 2020 ini, di kategori Terbaik dalam Opini dan Pilihan Khalayak.

Ia adalah seorang kompasianer yang belum pernah saya temui, tapi sepertinya sudah bertemu di mana-mana, karena kesenangannya membantu serta memotivasi orang-orang. Dia dapat dijumpai di Kompasiana pada akun Ruang Berbagi.

Tiga Hal Terkait Tanaman Hias di Masa Pandemi

Akhir-akhir ini, setidaknya sejak awal pandemi Covid-19, di mana orang-orang dianjurkan untuk lebih banyak di rumah saja, dan pembatasan aktivitas di luar rumah, memang membuat tren merawat tanaman hias tampaknya semakin meningkat. Tren itu tentu saja membuka suatu peluang untuk berbisnis tanaman hias.

Dari situlah, mbak Maria Ayu ingin mengetahui, pertama, "Apa motivasi saya berbisnis tanaman hias? Apakah memang berawal dari hobi bercocok tanam, dan kemudian karena ada peluang seperti ini lalu dimanfaatkan sebagai lahan bisnis?" Kedua, "Apa manfaat dan keuntungan yang diperoleh ketika berbisnis tanaman hias?"

Lalu yang ketiga, "Bagaimana prospek ke depan untuk bisnis tanaman hias? Apakah seterusnya akan berbisnis seperti ini atau ketika hanya adanya tren tanaman hias saja?"

Saya dibantu oleh istri merekam video untuk menjawab ketiga pertanyaan mba Ayu itu, di kebun dengan latar bunga-bunga yang kami tanam. Videonya sudah diusahakan sekreatif mungkin, tapi hanya dengan kamera telepon genggam seadanya.

Begitulah kalau masih amatiran, dan penampilan pas-pasan. Namun, ada rasa senang saat melakukannya, apalagi kalau video ini nantinya akan berguna bagi seorang sahabat di ujung sana, meskipun belum pernah berjumpa.

"Boleh Pak, jikalau berkenan bisa saya minta fotonya untuk dicantumkan ke video? Nanti sumber juga akan saya cantumkan," tulis mbak Ayu.

Maka saya kirimkan foto-foto beberapa jenis bunga yang kami pelihara. Antara lain, anggrek vanda, Cymbidium mikivieta, Cymbidium chloratum, Oncidium, Anthorium, dan Philosolum.

Anggrek Vanda (Dok. TT van de Karr)
Anggrek Vanda (Dok. TT van de Karr)
Oncidium (Dok. TT van de Karr)
Oncidium (Dok. TT van de Karr)
Kami memang tidak ada menanam dan merawat tanaman hias dengan harga yang sampai jutaan rupiah. Bagi kami akan cukup merepotkan untuk memasarkan tanaman hias dengan harga selangit di sini.

Tren tanaman hias sering kali berawal dari sekadar hobi mengoleksi saja. Namun, dampak pandemi yang tidak saja mengancam keselamatan nyawa, tapi juga menekan perekonomian secara mendalam, membuat semakin banyak orang menggeluti bisnis tanaman hias sebagai peluang usaha.

Termasuk juga bagi kalangan pekerja yang harus kehilangan pekerjaannya akibat perusahaan yang melakukan PHK karena kelesuan ekonomi. Bisnis tanaman hias menjadi salah satu alternatif usaha, sebagaimana pengakuan Pak Senoresta (49 tahun) pemilik Urban Greenery yang juga berbagi pengalamannya terkait tren tanaman hias pada video ini.

Terima kasih buat mbak Maria Ayu, telah mengikutsertakan testimoni sederhana dari kami untuk melengkapi tugas kuliah pembuatan video tentang tren tanaman hias di masa pandemi pada tahun 2021.

Petani bunga itu keren. Oke, jawaban atas ketiga pertanyaan itu silakan disimak saja dalam video berdurasi 2 menit yang disutradarai oleh mbak Maria Fransiska Ayu Diva Yulita ini.


Ditulis oleh TT van de Karr untuk Inspirasiana.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2