Kami mendukung taman baca di Soa NTT dan Boyolali. KRewards sepenuhnya untuk dukung cita-cita literasi. Untuk donasi naskah, buku, dan dana silakan hubungi: donasibukuina@gmail.com
Begitulah kalau masih amatiran, dan penampilan pas-pasan. Namun, ada rasa senang saat melakukannya, apalagi kalau video ini nantinya akan berguna bagi seorang sahabat di ujung sana, meskipun belum pernah berjumpa.
"Boleh Pak, jikalau berkenan bisa saya minta fotonya untuk dicantumkan ke video? Nanti sumber juga akan saya cantumkan," tulis mbak Ayu.
Maka saya kirimkan foto-foto beberapa jenis bunga yang kami pelihara. Antara lain, anggrek vanda, Cymbidium mikivieta, Cymbidium chloratum, Oncidium, Anthorium, dan Philosolum.


Tren tanaman hias sering kali berawal dari sekadar hobi mengoleksi saja. Namun, dampak pandemi yang tidak saja mengancam keselamatan nyawa, tapi juga menekan perekonomian secara mendalam, membuat semakin banyak orang menggeluti bisnis tanaman hias sebagai peluang usaha.
Termasuk juga bagi kalangan pekerja yang harus kehilangan pekerjaannya akibat perusahaan yang melakukan PHK karena kelesuan ekonomi. Bisnis tanaman hias menjadi salah satu alternatif usaha, sebagaimana pengakuan Pak Senoresta (49 tahun) pemilik Urban Greenery yang juga berbagi pengalamannya terkait tren tanaman hias pada video ini.
Terima kasih buat mbak Maria Ayu, telah mengikutsertakan testimoni sederhana dari kami untuk melengkapi tugas kuliah pembuatan video tentang tren tanaman hias di masa pandemi pada tahun 2021.
Petani bunga itu keren. Oke, jawaban atas ketiga pertanyaan itu silakan disimak saja dalam video berdurasi 2 menit yang disutradarai oleh mbak Maria Fransiska Ayu Diva Yulita ini.
Ditulis oleh TT van de Karr untuk Inspirasiana.