Isson Khairul
Isson Khairul Jurnalis

Saya memulai hidup ini dengan menulis puisi dan cerita pendek, kemudian jadi wartawan, jadi pengelola media massa, jadi creative writer untuk biro iklan, jadi konsultan media massa, dan jadi pengelola data center untuk riset berbasis media massa. Saya akan terus bekerja dan berkarya dengan sesungguh hati, sampai helaan nafas terakhir. Karena menurut saya, dengan bekerja, harga diri saya terjaga, saya bisa berbagi dengan orang lain, dan semua itu membuat hidup ini jadi terasa lebih berarti.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Niniek L. Karim, Robert Frost, dan RA Kartini

30 April 2026   08:01 Diperbarui: 30 April 2026   08:01 147 4 0

Sejumlah perempuan hebat Indonesia berbagai inspirasi di Hari Kartini. Foto: Isson Khairul
Sejumlah perempuan hebat Indonesia berbagai inspirasi di Hari Kartini. Foto: Isson Khairul

Forum Wartawan Hiburan (Forwan) Indonesia menampilkan sejumlah Perempuan Hebat untuk berbagi inspirasi di Hari Kartini. Antara lain, Niniek L. Karim, dosen Institut Kesenian Jakarta Nungki Kusumastuti, dan koreografer senior Ati Ganda.

Perempuan di-Empu-kan   

Niniek L. Karim memiliki rekam jejak yang kuat. Baik di dunia akademik, di ranah film, maupun di peta teater modern Indonesia. Selasa, 28 April 2026 lalu, perempuan yang kini berusia 77 tahun itu, melangkah tegar sekaligus bersuara lantang di hadapan lebih dari 200 perempuan di auditorium Radio Republik Indonesia (RRI), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

tidak usah kau cari

di luar sana

masuklah ke dalam dirimu

ribuan buah-buahan terhampar

Petikan sajak penyair Robert Frost, yang sudah dimodofikasi oleh Niniek L. Karim itu, membuat para perempuan di aula tersebut, tercengang. Intinya, Niniek mengingatkan, perempuan pada dasarnya memiliki banyak potensi dalam dirinya, untuk dikembangkan.

Maka, bukanlah sesuatu yang berlebihan, kalau kemudian Niniek L. Karim lebih sreg menyebut Perempuan, dibandingkan Wanita. "Perempuan adalah sosok yang di-Empu-kan, merujuk kepada gelar kehormatan untuk seseorang yang memiliki keahlian," ungkap Niniek L. Karim.

Percakapan intens tentang Perempuan di Auditorium Jusuf Ronodipuro LPP RRI itu, adalah bagian dari peringatan Hari Kartini, yang digelar oleh Forum Wartawan Hiburan (Forwan) Indonesia.

"Banyak Perempuan Hebat kita di bidang musik, film, dan seni budaya. Di peringatan Hari Kartini ini, kita tampilkan sebagian dari mereka, untuk menginspirasi para Perempuan negeri ini," ujar Sutrisno Buyil, selaku Ketua Umum Forwan.

Di sesi diskusi NGOBRAS (Ngobrol Santai) Bareng Kartini Film, Musik, dan Seni 2026, tampil Dr. Nungki Kusumastuti (Dosen IKJ dan pegiat Tari Tradisional), Nuche Rahma, SH (Novelis), serta Ati Ganda (Koreografer Senior).

Ketiga sosok tersebut sepakat, perjuangan RA Kartini telah membuka ruang yang luas, bagi pengembangan potensi diri Perempuan. Bidang musik, film, dan seni budaya adalah ruang yang sangat subur untuk Perempuan mengembangkan diri.

Apalagi di era digital kini, yang dunia nyaris tanpa sekat, pengembangan diri Perempuan tak hanya terbatas pada mereka yang bermukim di kota-kota besar. Mereka yang berada di wilayah terpencil pun, sejauh sudah terjangkau jaringan internet, akan leluasa menjelajah dunia.

Dana Indonesia Raya

Dalam konteks pengembangan diri, banyak peluang yang bisa diterobos. "Selama ada kemauan, pasti ada jalan," ungkap Yayuk Sri Budi Rahayu, S.Sos., M.Pd., Kepala Bidang Humas dan Informasi Publik Kementerian Kebudayaan RI.

Di hadapan lebih dari 200 perempuan pegiat musik, film, dan seni budaya di auditorium RRI, Yayuk Sri Budi Rahayu mengungkapkan, "Tahun 2026 ini, ada 3.500 fasilitas untuk pengembangan diri dari Kemenbud, yang bisa dimanfaatkan oleh Perempuan."

Baik secara perorangan, kelompok, maupun komunitas. Kategori yang tersedia sangat beragam. Untuk detailnya, silakan kunjungi  https://danaindonesiaraya.kemenbud.go.id/. Ini adalah bagian dari upaya Kemenbud untuk terus men-support pengembangan diri Perempuan Indonesia.

Tentu, akan ada persaingan untuk mendapatkan fasilitas pendanaan dari Kemenbud tersebut. Meski demikian, Yayuk Sri Budi Rahayu yakin, bahwa Perempuan Indonesia sudah terbiasa menghadapi persaingan untuk menggapai cita-cita, sebagaimana dulu sudah ditunjukkan oleh RA Kartini.

Sekali lagi, "Selama ada kemauan, pasti ada jalan," ungkap Yayuk Sri Budi Rahayu. Artinya, peluang dari Kemenbud tersebut, sekaligus merupakan tantangan bagi Perempuan Indonesia di mana saja berada, untuk mewujudkan cita-cita.

Oh, ya, event yang digelar Forwan ini, juga menampilkan koleksi busana muslim terbaru karya desainer Nina Septiana Nugroho, yang ditujukan untuk para professional.

Sutrisno Buyil, selaku Ketua Umum Forwan, mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan RI, BNI 46, Nina Nugroho, KAPITA, Mata Langit, dan KEMALA yang telah turut berkolaborasi dalam peringatan Hari Kartini ini.

Jakarta, 30 April 2026

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3