Isson Khairul
Isson Khairul Jurnalis

Saya memulai hidup ini dengan menulis puisi dan cerita pendek, kemudian jadi wartawan, jadi pengelola media massa, jadi creative writer untuk biro iklan, jadi konsultan media massa, dan jadi pengelola data center untuk riset berbasis media massa. Saya akan terus bekerja dan berkarya dengan sesungguh hati, sampai helaan nafas terakhir. Karena menurut saya, dengan bekerja, harga diri saya terjaga, saya bisa berbagi dengan orang lain, dan semua itu membuat hidup ini jadi terasa lebih berarti.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Sarat Pembinaan, Rorotan United Akui Keunggulan PSF Academy

15 Juni 2026   21:10 Diperbarui: 15 Juni 2026   21:10 123 2 0

Liga Soeratin Jakarta U-15, di-kick off. Di partai pertama, PSF Academy kalahkan Rorotan United 1-0. Kedua kesebelasan menyadari, masih banyak hal yang perlu mereka evaluasi. Liga ini sungguh sarat dengan pembinaan.

Menyerang dan Bertahan

Rorotan United dan PSF Academy sama-sama memiliki kesadaran yang tinggi untuk pembinaan. Foto: Isson Khairul
Rorotan United dan PSF Academy sama-sama memiliki kesadaran yang tinggi untuk pembinaan. Foto: Isson Khairul
Sabtu, 13 Juni 2026 lalu, kick off Liga Soeratin Jakarta U-15, digelar di lapangan rumput sintetis 1 Pancoran Soccerr Field, Jakarta Selatan. Di partai pertama, pekan pertama ini, klub Rorotan United berhadapan dengan klub PSF Academy.

Begitu wasit utama Dian Jamani meniup peluit, pemain PSF Academy langsung gencar menyerang. Mereka penuh percaya diri mengelola bola ke arah gawang Rorotan United, yang dijaga oleh Muhammad Rasya Pratama, yang sekaligus merangkap sebagai kapten team.

Kepercayaan diri yang lebih pada PSF Academy, tentu bisa dimaklumi. Terutama, karena lapangan Pancoran Soccerr Field, adalah homebase mereka. Klub tersebut sehari-hari memang latihan di sini. Boleh dibilang, mereka sudah tidak perlu lagi beradaptasi dengan situasi kondisi lapangan.

Sebaliknya, para pemain Rorotan United, nampak ekstra hati-hati menghadapi serangan. Karena belum cukup paham karakteristik lapangan sintetis, mereka lebih menekankan pada aspek lini belakang, agar jangan sampai kebobolan.

Itu strategi yang ampuh. Nyatanya, hingga 30 menit babak pertama berakhir, kedudukan masih 0-0. Tidak terciptanya gol di babak pertama, menunjukkan dua hal. Pertama, lini belakang Rorotan United, memang kuat. Kedua, barisan penyerang PSF Academy, tidak cukup tajam untuk membongkar pertahanan lawan.

Baru di menit ke-56, 4 menit sebelum pertandingan berakhir, Juniro Hamonangan Simanjuntak mampu melesakkan bola ke gawang Rorotan United. Juniro melepaskan tendangan dari luar kotak penalti, ketika bola mental, setelah terjadi kemelut di depan gawang Muhammad Rasya Pratama.

Kedudukan menjadi 1-0 untuk PSF Academy, sampai pertandingan berakhir. Gol tunggal itu, sebenarnya merupakan pukulan bagi PSF. Di 2 kali 30 menit pertandingan, PSF relatif mendominasi lapangan. Tapi, seringkali gagal di tahap finishing.

Setyo Husodo, selaku pelatih PSF, mengakui bahwa anak-anak asuhnya kurang tenang dalam mengelola bola. Akibatnya, seringkali gagal menembus pertahanan lawan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2