Saya memulai hidup ini dengan menulis puisi dan cerita pendek, kemudian jadi wartawan, jadi pengelola media massa, jadi creative writer untuk biro iklan, jadi konsultan media massa, dan jadi pengelola data center untuk riset berbasis media massa. Saya akan terus bekerja dan berkarya dengan sesungguh hati, sampai helaan nafas terakhir. Karena menurut saya, dengan bekerja, harga diri saya terjaga, saya bisa berbagi dengan orang lain, dan semua itu membuat hidup ini jadi terasa lebih berarti.
Liga Soeratin Jakarta U-15, di-kick off. Di partai pertama, PSF Academy kalahkan Rorotan United 1-0. Kedua kesebelasan menyadari, masih banyak hal yang perlu mereka evaluasi. Liga ini sungguh sarat dengan pembinaan.
Menyerang dan Bertahan

Begitu wasit utama Dian Jamani meniup peluit, pemain PSF Academy langsung gencar menyerang. Mereka penuh percaya diri mengelola bola ke arah gawang Rorotan United, yang dijaga oleh Muhammad Rasya Pratama, yang sekaligus merangkap sebagai kapten team.
Kepercayaan diri yang lebih pada PSF Academy, tentu bisa dimaklumi. Terutama, karena lapangan Pancoran Soccerr Field, adalah homebase mereka. Klub tersebut sehari-hari memang latihan di sini. Boleh dibilang, mereka sudah tidak perlu lagi beradaptasi dengan situasi kondisi lapangan.
Sebaliknya, para pemain Rorotan United, nampak ekstra hati-hati menghadapi serangan. Karena belum cukup paham karakteristik lapangan sintetis, mereka lebih menekankan pada aspek lini belakang, agar jangan sampai kebobolan.
Itu strategi yang ampuh. Nyatanya, hingga 30 menit babak pertama berakhir, kedudukan masih 0-0. Tidak terciptanya gol di babak pertama, menunjukkan dua hal. Pertama, lini belakang Rorotan United, memang kuat. Kedua, barisan penyerang PSF Academy, tidak cukup tajam untuk membongkar pertahanan lawan.
Baru di menit ke-56, 4 menit sebelum pertandingan berakhir, Juniro Hamonangan Simanjuntak mampu melesakkan bola ke gawang Rorotan United. Juniro melepaskan tendangan dari luar kotak penalti, ketika bola mental, setelah terjadi kemelut di depan gawang Muhammad Rasya Pratama.
Kedudukan menjadi 1-0 untuk PSF Academy, sampai pertandingan berakhir. Gol tunggal itu, sebenarnya merupakan pukulan bagi PSF. Di 2 kali 30 menit pertandingan, PSF relatif mendominasi lapangan. Tapi, seringkali gagal di tahap finishing.
Setyo Husodo, selaku pelatih PSF, mengakui bahwa anak-anak asuhnya kurang tenang dalam mengelola bola. Akibatnya, seringkali gagal menembus pertahanan lawan.
Di sisi lain, Saprial Azhar selaku pelatih kepala Rorotan United, bangga dengan ketangguhan anak-anak asuhnya, meski kalah 0-1. Saprial mengakui, secara team, permainan PSF berada di atas Rorotan.
Saling Evaluasi Diri
Setyo Husodo, selaku pelatih PSF Academy, menyadari bahwa performa anak-anak asuhnya belum optimal, meski mereka memenangkan pertandingan. Saprial Azhar selaku pelatih kepala Rorotan United pun menyadari bahwa masih banyak aspek yang harus mereka benahi, meski mampu menahan serangan PSF Academy yang bertubi-tubi.
Sikap Setyo Husodo dan Saprial Azhar, tentu saja mendapat apresiasi dari Yosef Erwiyantoro alias Cocomeo Cacamarica dari radiobola.co.id, yang menjadi penyelenggara Liga Soeratin Jakarta U-15 ini.
"Kesadaran tiap klub untuk terus dan terus berbenah, itu adalah bagian dari substansi kompetisi pembinaan ini," ungkap Yosef Erwiyantoro. "Di kompetisi ini, tiap klub memiliki kesempatan yang luas untuk mengembangkan diri, sekaligus meningkatkan skill tiap pemain," ujar Erwiyantoro lebih lanjut.
Betapa tidak. Ada 16 klub yang menjadi peserta, yang berasal dari Sekolah Sepak Bola (SSB) yang tersebar di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Ada total 127 pertandingan di rentang waktu Juni hingga November 2026 mendatang, yang memungkinkan tiap pemain di tiap klub mengasah kompetensi mereka.
Melalui pertandingan demi pertandingan, tiap pemain di tiap klub bisa leluasa mengevaluasi diri secara intens dan terus-menerus. "Kesadaran Setyo Husodo dan Saprial Azhar yang demikian, patut ditularkan ke para official klub lainnya. Sikap tersebut penting untuk membangun ekosistem persepakbolaan di DKI Jakarta," tutur Yosef Erwiyantoro.
Apalagi, Liga Soeratin Jakarta U-15 dan Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026 yang digelar secara bersamaan di Pancoran Soccerr Field, didukung penuh oleh Pramono Anung selaku Gubernur DKI Jakarta. Sejak musim 2025 lalu, Pramono Anung sudah mencanangkan Jakarta Kota Bola.
Yosef Erwiyantoro mengucapkan terima kasih kepada Pramono Anung dan I Gede Widiade selaku owner Pancoran Soccerr Field. Terima kasih juga disampaikannya kepada Bank Jakarta dan PAM Jaya, yang telah men-support kedua liga tersebut.
Jakarta, 15 Juni 2026