Isson Khairul
Isson Khairul Jurnalis

Saya memulai hidup ini dengan menulis puisi dan cerita pendek, kemudian jadi wartawan, jadi pengelola media massa, jadi creative writer untuk biro iklan, jadi konsultan media massa, dan jadi pengelola data center untuk riset berbasis media massa. Saya akan terus bekerja dan berkarya dengan sesungguh hati, sampai helaan nafas terakhir. Karena menurut saya, dengan bekerja, harga diri saya terjaga, saya bisa berbagi dengan orang lain, dan semua itu membuat hidup ini jadi terasa lebih berarti.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Real Jakarta 10 Pemain, PSF Academy Cetak 8 Gol

2 Juli 2026   09:29 Diperbarui: 2 Juli 2026   09:29 103 1 0

Kita tentu patut mengapresiasi berbagai upaya pembinaan yang telah dilakukan PSF Academy, hingga klub ini mampu meningkatkan performa. Dengan demikian, kompetisi pembinaan Liga Soeratin Jakarta U-15 Piala Gubernur 2026 ini, betul-betul dijadikan wadah pembinaan yang sesungguhnya untuk pesepakbola usia muda.

Tantangan Kondisi Non-Teknis

Ketidaklengkapan pemain seperti yang terjadi pada Real Jakarta, boleh jadi, juga dialami oleh klub-klub peserta yang lain. Rufi, pelatih Real Jakarta, menyebut, faktor penyebabnya adalah karena bertepatan dengan libur sekolah.

Ada kemungkinan, ketidaklengkapan pemain, sesungguhnya sudah terjadi pada masa-masa latihan sebelum laga. Hingga, klub tidak mampu menyiapkan pasukannya, untuk diturunkan di medan laga. Akhirnya, ya babak-belur saat pertandingan.

Yosef Erwiyantoro dari radiobola.co.id, yang menjadi penyelenggara Liga Soeratin Jakarta U-15 Piala Gubernur 2026 ini, mencermati hal tersebut dengan saksama. Itu menjadi bagian dari concern-nya terhadap pembinaan sepak bola usia muda.

"Kompetisi ini sesungguhnya adalah pembinaan secara keseluruhan. Pembinaan terhadap official klub, sekaligus pembinaan terhadap para pemain," ungkap Yosef Erwiyantoro, yang intens berinteraksi dengan para pengelola klub.

Ke-16 klub yang menjadi peserta Liga Soeratin Jakarta U-15 Piala Gubernur 2026 ini, berasal dari berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB), yang berlokasi di seputar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Berbagai kendala, baik teknis maupun non-teknis yang mereka hadapi, mencuat ke permukaan.

Di satu sisi, SSB terus tumbuh di berbagai wilayah Jabodetabek. Itu menjadi penanda, bahwa peminat sepak bola atau katakanlah anak-anak yang ingin mengembangkan diri melalui sepak bola, cukup banyak. Di sisi lain, sebagian manajemen SSB masih sibuk berkutat dengan hal-hal yang elementer.

Padahal, potensi SSB dalam skala "pembinaan anak-anak dan remaja" untuk kawasan Jabodetabek, sangat besar. Melalui SSB, mereka berlatih secara fisik, mental, dan skill sejak dini untuk mengembangkan potensi diri masing-masing.

Yang tak kalah penting, melalui SSB, juga melalui kompetisi pembinaan seperti Liga Soeratin Jakarta U-15 Piala Gubernur 2026 ini, mereka membangun networking. Bukan kah di era yang serba digital ini, networking adalah fondasi penting untuk masa depan?

Jakarta, 2 Juli 2026

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2