Saya memulai hidup ini dengan menulis puisi dan cerita pendek, kemudian jadi wartawan, jadi pengelola media massa, jadi creative writer untuk biro iklan, jadi konsultan media massa, dan jadi pengelola data center untuk riset berbasis media massa. Saya akan terus bekerja dan berkarya dengan sesungguh hati, sampai helaan nafas terakhir. Karena menurut saya, dengan bekerja, harga diri saya terjaga, saya bisa berbagi dengan orang lain, dan semua itu membuat hidup ini jadi terasa lebih berarti.
Ini bukan laga dadakan. Ini tanding beneran, sebagai partai ke-9 Liga Soeratin Jakarta U-15 Piala Gubernur 2026, yang sudah memasuki pekan kedua. Klub Real Jakarta hadir ke lapangan rumput sintetis Pancoran Soccer Field, Jakarta Selatan, hanya dengan 10 pemain.
Performa Cerminan Pembinaan

Artinya, tidak lengkap sebagai kesebelasan, juga tanpa seorang pun pemain cadangan. Dengan pasukan minimalis itulah, Real Jakarta bertempur di lapangan, melawan klub PSF Academy, yang datang dengan kekuatan penuh.
Rufi, selaku pelatih Real Jakarta, menyadari keterbatasan tersebut. Ia menerapkan strategi menyerang, bukan bertahan. Risikonya, energi pemain akan lekas terkuras, padahal tidak punya pemain cadangan. Risiko lanjutannya, tak cukup tenaga untuk mem-back up pertahanan belakang.
Itulah yang terjadi, yang membuat gawang Real Jakarta dihujani gol sampai 8 kali oleh PSF Academy. Pesta gol pada Sabtu, 27 Juni 2026 lalu itu, dimulai pada menit ke-4 oleh Muhammad Rizky, kemudian dilanjutkan Bagas Lionnel di menit ke-13 babak pertama.
Di laga pekan pertama, pada Sabtu, 13 Juni 2026 lalu, Real Jakarta juga dikalahkan Tunas Indonesia FC, dengan skor 3-1. Ketika itu, Danish Saliman dari Tunas Indonesia, yang duluan menjebol gawang Real Jakarta, pada menit ke-26 babak pertama.
Tiga menit kemudian, Fadly Widya dari Real Jakarta, langsung mencetak gol balasan, pada menit ke-29. Di laga ini, Real Jakarta dan Tunas Indonesia, sama-sama bertanding dengan kekuatan penuh. Karena itulah, barangkali Tunas Indonesia tak sampai pesta gol di gawang Real Jakarta.
Yang jelas, dengan atau tidak dengan kekuatan penuh, performa Real Jakarta memang belum cukup kuat menghadapi kedua lawannya tersebut. Bandingkan dengan PSF Academy, yang di pekan pertama, pada Sabtu, 13 Juni 2026 lalu, juga menang atas Rorotan United, dengan skor 1-0.
Di laga ini, Juniro Hamonangan dari PSF Academy, mencetak gol tunggal tersebut, pada menit ke-56 babak kedua. Dalam konteks pembinaan, nampak jelas, ada peningkatan performa pada PSF Academy, ketika menghadapi kedua lawannya tersebut.
Kita tentu patut mengapresiasi berbagai upaya pembinaan yang telah dilakukan PSF Academy, hingga klub ini mampu meningkatkan performa. Dengan demikian, kompetisi pembinaan Liga Soeratin Jakarta U-15 Piala Gubernur 2026 ini, betul-betul dijadikan wadah pembinaan yang sesungguhnya untuk pesepakbola usia muda.
Tantangan Kondisi Non-Teknis
Ketidaklengkapan pemain seperti yang terjadi pada Real Jakarta, boleh jadi, juga dialami oleh klub-klub peserta yang lain. Rufi, pelatih Real Jakarta, menyebut, faktor penyebabnya adalah karena bertepatan dengan libur sekolah.
Ada kemungkinan, ketidaklengkapan pemain, sesungguhnya sudah terjadi pada masa-masa latihan sebelum laga. Hingga, klub tidak mampu menyiapkan pasukannya, untuk diturunkan di medan laga. Akhirnya, ya babak-belur saat pertandingan.
Yosef Erwiyantoro dari radiobola.co.id, yang menjadi penyelenggara Liga Soeratin Jakarta U-15 Piala Gubernur 2026 ini, mencermati hal tersebut dengan saksama. Itu menjadi bagian dari concern-nya terhadap pembinaan sepak bola usia muda.
"Kompetisi ini sesungguhnya adalah pembinaan secara keseluruhan. Pembinaan terhadap official klub, sekaligus pembinaan terhadap para pemain," ungkap Yosef Erwiyantoro, yang intens berinteraksi dengan para pengelola klub.
Ke-16 klub yang menjadi peserta Liga Soeratin Jakarta U-15 Piala Gubernur 2026 ini, berasal dari berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB), yang berlokasi di seputar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Berbagai kendala, baik teknis maupun non-teknis yang mereka hadapi, mencuat ke permukaan.
Di satu sisi, SSB terus tumbuh di berbagai wilayah Jabodetabek. Itu menjadi penanda, bahwa peminat sepak bola atau katakanlah anak-anak yang ingin mengembangkan diri melalui sepak bola, cukup banyak. Di sisi lain, sebagian manajemen SSB masih sibuk berkutat dengan hal-hal yang elementer.
Padahal, potensi SSB dalam skala "pembinaan anak-anak dan remaja" untuk kawasan Jabodetabek, sangat besar. Melalui SSB, mereka berlatih secara fisik, mental, dan skill sejak dini untuk mengembangkan potensi diri masing-masing.
Yang tak kalah penting, melalui SSB, juga melalui kompetisi pembinaan seperti Liga Soeratin Jakarta U-15 Piala Gubernur 2026 ini, mereka membangun networking. Bukan kah di era yang serba digital ini, networking adalah fondasi penting untuk masa depan?
Jakarta, 2 Juli 2026