Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Ketika Buku Omjay Terbang ke Pelosok Nusantara

1 Juli 2026   16:32 Diperbarui: 1 Juli 2026   17:05 153 2 2


Kisah Omjay: Ketika Buku-Buku Karyaku Terbang ke Pelosok Nusantara

Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay)

Pagi itu hati saya dipenuhi rasa syukur. Di tengah kesibukan sebagai guru, saya kembali menyaksikan sebuah pemandangan yang selalu membuat hati bergetar. Buku-buku yang lahir dari proses panjang menulis setiap hari kembali dikemas dengan rapi, diberi alamat tujuan, lalu dikirim menuju berbagai daerah di Indonesia. 

buku buku karya Omjay/dokpri
buku buku karya Omjay/dokpri

Ada yang menuju Sumatra Selatan, ada yang berangkat ke Kupang di Nusa Tenggara Timur, ada pula yang dikirim ke Jakarta dan Kota Tegal. Setiap paket yang berangkat bukan sekadar berisi lembaran kertas yang dijilid menjadi buku, melainkan membawa harapan, ilmu, pengalaman, dan semangat untuk terus belajar sepanjang hayat. Berdasarkan laporan pengiriman yang saya terima hari ini, beberapa buku memang telah dikirim ke berbagai daerah tersebut.

Omjay Guru Blogger Indonesia/dokpri
Omjay Guru Blogger Indonesia/dokpri

Sebagai seorang guru, saya tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari nanti karya-karya yang saya tulis akan menjelajah begitu jauh. Dahulu saya hanya ingin berbagi pengalaman mengajar, berbagi kisah kehidupan, dan mendokumentasikan berbagai pelajaran yang saya dapatkan selama puluhan tahun menjadi pendidik. 

Saya percaya bahwa pengalaman yang ditulis akan menjadi ilmu yang dapat diwariskan kepada orang lain. Karena itulah saya terus berusaha menulis setiap hari, walaupun harus mencuri waktu di sela-sela mengajar, saat berada di dalam perjalanan menggunakan transportasi umum, bahkan ketika sedang menunggu antrean di rumah sakit saat menjalani pengobatan.

Perjalanan menjadi penulis tentu tidak selalu mulus. Ada masa ketika tulisan saya hanya dibaca oleh segelintir orang. Ada pula saat saya merasa lelah karena buku yang sudah diterbitkan belum juga banyak dikenal masyarakat. 

Namun saya selalu mengingat satu kalimat yang selama ini menjadi pegangan hidup saya, yaitu, "Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi." Kalimat sederhana itu terus menguatkan langkah saya untuk tidak berhenti berkarya. 

Saya percaya bahwa kerja keras, kesabaran, dan konsistensi pada akhirnya akan menemukan jalannya sendiri.

Hari demi hari berlalu. Artikel demi artikel saya tulis. Buku demi buku mulai lahir. Ada buku tentang pendidikan, literasi digital, kecerdasan buatan, inspirasi guru, pengalaman mengajar, hingga kisah-kisah kehidupan yang saya alami sendiri. Semua saya tulis dengan hati. Saya tidak ingin sekadar menghasilkan buku, tetapi ingin menghadirkan bacaan yang mampu menginspirasi pembaca untuk terus belajar, berkarya, dan memberikan manfaat bagi sesama.

Ketika melihat laporan pengiriman buku, saya membayangkan bagaimana paket-paket itu akan menempuh perjalanan yang panjang. Ada yang melewati laut, ada yang melintasi pegunungan, ada yang harus berpindah kendaraan beberapa kali sebelum akhirnya sampai ke tangan pembaca. Di balik setiap perjalanan itu ada harapan agar ilmu yang saya tuliskan dapat memberi manfaat bagi siapa pun yang membacanya. Rasanya seperti menitipkan doa kepada setiap paket yang berangkat agar selamat sampai tujuan dan menjadi sumber inspirasi bagi pemilik barunya.

Saya selalu percaya bahwa buku memiliki kekuatan yang luar biasa. Buku mampu menghubungkan orang-orang yang tidak pernah saling bertemu. Saya mungkin belum pernah berjumpa dengan sebagian besar pembaca saya, tetapi melalui buku kami dapat saling mengenal. 

Mereka mengenal perjalanan hidup saya, sedangkan saya mengenal semangat mereka melalui pesan-pesan yang mereka kirimkan setelah membaca karya saya. Banyak di antara mereka yang kemudian mulai berani menulis, menerbitkan buku, bahkan mengajak teman-temannya untuk ikut berkarya. Inilah kebahagiaan terbesar yang tidak dapat diukur dengan materi.

Menjadi guru sekaligus penulis memberikan pengalaman yang sangat berharga. Di ruang kelas saya mengajar para siswa secara langsung, sedangkan melalui buku saya dapat mengajar siapa saja tanpa dibatasi ruang dan waktu. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2