Opa Jappy Official
Opa Jappy Official Jurnalis

Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Selanjutnya

Tutup

Video

Video dan Esai "Peace Does Not Arise"

2 Juli 2026   08:59 Diperbarui: 2 Juli 2026   08:59 177 1 0

Peace Does Not Arise | Opa Jappy 
Peace Does Not Arise | Opa Jappy 


Peace Does Not Arise

Peace does not arise from a multitude of soldiers and weapons.
The safest protection is not found in strong fortresses and tightly shut gates.
Social justice does not grow from the shouts of orations on a stage.
True care is not born of mere words and verses.

But ....

It comes from the sincerity of the heart, from respecting and loving one another as Siblings in Humanity.

It comes from empathy and sympathy for the struggles of life and the existence of others.

It comes from the moment we reach out a helping hand to those who are oppressed, forgotten, and currently in the midst of ruin.

Stop comforting with empty words.
Stop advising with meaningless verses.
Real actions are far more paramount than empty words and verses without meaning.

Stop menghibur dengan kata-kata kosong.
Stop menasihati dengan ayat-ayat tanpa makna.

Aksi-aksi nyata lebih utama dari kata-kata kosong dan ayat-ayat tanpa makna.

Perdamaian tak muncul dari banyaknya tentara dan senjata.
Perlindungan teraman bukan karena benteng kuat dan gerbang tertutup rapat.
Keadilan sosial tidak tumbuh dari teriakan orasi di panggung.
Perhatian sejati bukan karena kata dan ayat-ayat.

Tapi .....

Dari, ketulusan hati, menghormati, dan mengasihi sesama sebagai Saudara dalam Kemanusiaan.
Dari, empati serta simpati pada pergumulan hidup dan kehidupan sesama.
Dari, ketika kita mengulurkan uluran tangan pertolongan ke mereka yang tertindas, terlupakan, dan sementara ada dalam kehancuran.

Stop menghibur dengan kata-kata kosong.
Stop menasihati dengan ayat-ayat tanpa makna.
Aksi-aksi nyata lebih utama dari kata-kata kosong dan ayat-ayat tanpa makna.

Stop comforting with empty words.
Stop advising with meaningless verses.
Real actions are far more paramount than empty words and verses without meaning.

Peace Does Not Arise; Pemegang Hak Cipta (Vocal, Musik, Video, Lyrics) Opa Jappy, WA +62 81 81 26 858

Lukisastra | Opa Jappy
Lukisastra | Opa Jappy

Peace Does Not Arise mengkritik 
  • pandangan konvensional bahwa perdamaian dan perlindungan diraih lewat militerisasi (tentara/senjata) atau isolasi (benteng/gerbang rapat). Pesan ini menegaskan bahwa rasa aman yang sejati bersifat internal dan relasional, bukan material
  • formalisme dan retorika; "teriakan orasi di panggung", "kata-kata kosong", serta "ayat-ayat tanpa makna." Fenomena sosial, moralitas dan keadilan hanya dijadikan komoditas panggung politik atau dogma lisan tanpa manifestasi perilaku.

Solusi yang ditawarkan bersifat humanistik. Perdamaian dan keadilan sejati lahir dari ketulusan hati, rasa persaudaraan sesama manusia, empati, serta tindakan langsung menolong mereka yang tertindas dan terlupakan.

Menembus Dinding Retorika. Membangun Perdamaian dan Keadilan Melalui Aksi Kemanusiaan Nyata. Sudah sejak lama kecanggihan teknologi, kompleksitas politik, konsep perdamaian, dan keadilan sosial direduksi menjadi angka-angka anggaran militer atau pemanis dalam pidato-pidato formal; sebagai bentuk lain dari "Siapa yang ingin perdamaian, maka bersiaplah perang." Sehingga banyak negara berlomba-lomba memperkuat benteng pertahanan dan memperbanyak persenjataan dengan dalih menciptakan rasa aman.

Namun, realitas menunjukkan bahwa penindasan, ketimpangan, dan konflik sosial tetap subur di balik gerbang-gerbang yang tertutup rapat. Hal ini memicu refleksi mendasar, "Apakah sedang membangun kedamaian sejati, atau hanya memelihara ilusi keamanan di atas panggung retorika?"

Secara teoritis dan historis, damai serta perdamaian diidentikkan dengan kekuatan militer. Tapi, narasi dalam "Peace Does Not Arise," menunjukkan bahwa perdamaian hakiki tidak muncul dari akumulasi tentara dan senjata. Benteng kokoh dan gerbang  terkunci rapat mungkin mampu menghalau ancaman fisik dari luar, tapi tak bisa menyembuhkan keretakan sosial di masyarakat. Ketika keamanan diukur dari aspek fisik-material, sebetulnya mengabaikan akar konflik, yaitu hilangnya saling percaya dan runtuhnya jembatan kemanusiaan antar sesama.

Selain militerisme, tantangan terbesar penegakan keadilan sosial adalah terjebaknya dalam lingkaran formalisme. Ruang publik dipenuhi oleh teriakan orasi di panggung-panggung politik dan khotbah-khotbah yang mengutip ayat-ayat suci, namun kehilangan substansinya. Kata-kata tersebut beralih fungsi menjadi alat penenang sesaat atau kosmetik moralitas untuk menutupi ketidakpedulian. Menasihati sesama dengan dogma tanpa disertai ketulusan dan tindakan nyata hanya menghasilkan ruang hampa yang memperlebar jarak antara Si Kuat dan Sang Lemah.

"Jadi ....!?" Jika senjata dan kata-kata retoris gagal membawa kedamaian, maka Anda dan Saya berhenti berupaya atau terus mengupayakan? Jawabannya terletak pada transformasi spiritual dan emosional? ketulusan hati memandang sesama manusia sebagai saudara dalam Kemanusiaan.

Ingatlah bahwa Keadilan Sosial hanya tumbuh subur ketika masyarakat memiliki kapasitas empati dan simpati terhadap pergumulan hidup dan kehidupan sesamanya. Itu adalah pengakuan eksistensial bahwa penderitaan kelompok yang tertindas, terlupakan, dan hancur merupakan tanggung jawab kolektif yang harus diselesaikan, bukan tontonan untuk dikomentari.

Tuturan Akhir. Pergeseran paradigma dari kata menuju perbuatan adalah tuntutan yang tidak bisa ditawar. Menghibur mereka yang menderita dengan janji-janji kosong harus segera dihentikan. Aksi-aksi nyata, sekecil apa pun itu, lebih utama dan bermakna daripada untaian ayat dan kalimat indah. Perdamaian dan keadilan sosial bukan produk akhir yang bisa dibeli dengan anggaran militer atau diproduksi lewat orasi, melainkan proses hidup yang dirajut melalui uluran tangan pertolongan dan cinta kasih tulus antar sesama manusia.


Opa Jappy | Lukisastra


Tiga Virus Mematikan | Opa Jappy 
Tiga Virus Mematikan | Opa Jappy