Saya memulai hidup ini dengan menulis puisi dan cerita pendek, kemudian jadi wartawan, jadi pengelola media massa, jadi creative writer untuk biro iklan, jadi konsultan media massa, dan jadi pengelola data center untuk riset berbasis media massa. Saya akan terus bekerja dan berkarya dengan sesungguh hati, sampai helaan nafas terakhir. Karena menurut saya, dengan bekerja, harga diri saya terjaga, saya bisa berbagi dengan orang lain, dan semua itu membuat hidup ini jadi terasa lebih berarti.
Liga Soeratin Jakarta U-15 Piala Gubernur 2026 ini, diikuti oleh 16 klub dari seputar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). 8 klub di Grup Barat dan 8 klub di Grup Timur. UMS 1905 dan Bina Taruna, berada di Grup Barat.
Secara klasemen sementara, UMS 1905 di peringkat ke-3 dengan 4 poin. Dan, Bina Taruna di peringkat ke-5 dengan 2 poin. Artinya, per 28 Juni 2026, UMS 1905 lebih unggul dibandingkan Bina Taruna.
Unggul Tapi Belum Teruji
Secara klasemen sementara, UMS 1905 memang lebih unggul dibandingkan Bina Taruna. Tapi, keunggulan tersebut belum teruji, karena ternyata tidak mampu mencetak gol saat berhadapan dengan klub yang berada di bawah peringkatnya.
Sebaliknya, Bina Taruna, meski di bawah peringkat UMS 1905, tapi justru mampu menampilkan performa yang mengesankan. Bina Taruna berhasil menahan imbang UMS 1905 dan Bina Mutiara, yang keduanya merupakan kakak rankingnya.
Dalam konteks kompetisi pembinaan, performa Bina Taruna tersebut, tentulah merupakan sinyal positif, bahwa di laga-laga berikutnya, mereka berpotensi memetik poin demi poin. Secara skill dan mental, sudah mereka tunjukkan dengan menahan imbang dua kakak ranking.
Dari UMS 1905 dan Bina Taruna ini, klub-klub peserta Liga Soeratin Jakarta U-15 Piala Gubernur 2026 lainnya, setidaknya sudah mulai bisa memetakan kekuatan dan kelemahan beberapa klub. Misalnya, kemenangan UMS 1905 dengan skor 5-0 atas Toyo Haryono, tidak serta-merta menunjukkan bahwa UMS 1905 adalah klub yang benar-benar kuat.
Dari 8 klub yang ada di Grup Barat, hanya PSF Academy dan Tunas Indonesia yang berhasil 2 kali menang dari 2 kali laga. Artinya, 6 klub lainnya, harus terus membenahi pembinaan secara internal, karena peluang untuk meraih poin, masih sangat terbuka.
Sejauh ini, yang kerap diungkapkan para pelatih adalah ketidaklengkapan pemain pada saat latihan. Akibatnya, proses latihan tidak bisa maksimal. Padahal, latihan adalah kunci utama untuk meningkatkan skill individual serta skill kesebelasan.
Karena para pemain adalah anak-anak usia U-15, yang tentu saja masih dalam pengawasan orang tua, maka komunikasi official klub dengan orang tua pemain tentulah perlu senantiasa dirawat, dijaga keharmonisannya.
Jakarta, 3 Juli 2026