Isson Khairul
Isson Khairul Jurnalis

Saya memulai hidup ini dengan menulis puisi dan cerita pendek, kemudian jadi wartawan, jadi pengelola media massa, jadi creative writer untuk biro iklan, jadi konsultan media massa, dan jadi pengelola data center untuk riset berbasis media massa. Saya akan terus bekerja dan berkarya dengan sesungguh hati, sampai helaan nafas terakhir. Karena menurut saya, dengan bekerja, harga diri saya terjaga, saya bisa berbagi dengan orang lain, dan semua itu membuat hidup ini jadi terasa lebih berarti.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

UMS 1905 dan Bina Taruna, 60 Menit Tanpa Gol

3 Juli 2026   10:45 Diperbarui: 3 Juli 2026   10:45 115 2 0

Klub UMS 1905, sudah mengumpulkan 4 poin. Sementara, klub Bina Taruna FC, baru punya 2 poin. Kedua kesebelasan ini berlaga 60 menit tanpa gol di Liga Soeratin Jakarta U-15 Piala Gubernur 2026. Benarkah UMS 1905 melemah dan Bina Taruna menguat?

Pencetak Gol, Tak Mencetak Gol 

 

Klub UMS 1905 dan klub Bina Taruna berlaga tanpa gol di Liga Soeratin Jakarta U-15 Piala Gubernur 2026. Foto: Isson Khairul 
Klub UMS 1905 dan klub Bina Taruna berlaga tanpa gol di Liga Soeratin Jakarta U-15 Piala Gubernur 2026. Foto: Isson Khairul 
Laga sepak bola tanpa gol, mengandung serentetan pertanyaan. Apakah kedua klub yang berlaga, benar-benar sama kuat? Atau sebaliknya, sama-sama lemah? Pertanyaan itulah, yang antara lain muncul, ketika mencermati pertandingan partai ke-11 pekan kedua Liga Soeratin Jakarta U-15 Piala Gubernur 2026, pada Minggu, 28 Juni 2026 lalu.

Yang berlaga, klub UMS 1905 lawan klub Bina Taruna FC di lapangan rumput sintetis Pancoran Soccer Field, Jakarta Selatan. Di dua kali 30 menit pertandingan, praktis kedua pasukan dari kedua klub, sama-sama memilih jalur aman.

Tidak ada penyerang yang menonjol, yang mampu menempuh risiko, demi mencetak gol. Realitas ini, menimbulkan pertanyaan berikutnya, apakah kedua klub sama-sama belum memiliki pemain dengan skill penyerang, yang bisa diandalkan?

Mari kita cermati UMS 1905. Ketika berlaga dengan klub Toyo Haryono FC pada pekan pertama, pada Sabtu, 13 Juni 2026 lalu, UMS 1905 menang 5-0. Di laga ini, ada 4 pencetak gol. Arenz Lesmana mencetak 2 gol. Farrel Zavier, Muhammad Rizky, dan Rehan sama-sama mencetak 1 gol.

Di laga lawan Bina Taruna ini, Arenz Lesmana, Farrel Zavier, dan Muhammad Rizky, dimainkan. Tapi, ketiga pemain tersebut, tidak mampu mencetak gol. Muncul dugaan, UMS 1905 berhasil menang 5-0 atas Toyo Haryono, karena kompetensi Toyo Haryono berada di bawah UMS 1905, juga di bawah Bina Taruna.

Kini, mari kita cermati Bina Taruna. Ketika berlaga dengan klub Bina Mutiara FC pada pekan pertama, pada Sabtu, 13 Juni 2026 lalu, hasil akhirnya skor 1-1. Pencetak gol dari Bina Taruna adalah Galang Azhar. Di laga dengan UMS 1905, Galang Azhar dimainkan, tapi tidak mampu mencetak gol.

Dari perbandingan ini, kita memiliki jawaban atas sejumlah pertanyaan di atas. Pertama, UMS 1905 dan Bina Taruna, sama-sama sudah memiliki pemain dengan skill penyerang, dan terbukti sudah mampu mencetak gol. Kedua, UMS 1905 dan Bina Taruna, relatif sama-sama memiliki kekuatan yang berimbang. Buktinya, laga ini berakhir dengan skor 0-0.

Liga Soeratin Jakarta U-15 Piala Gubernur 2026 ini, diikuti oleh 16 klub dari seputar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). 8 klub di Grup Barat dan 8 klub di Grup Timur. UMS 1905 dan Bina Taruna, berada di Grup Barat.

Secara klasemen sementara, UMS 1905 di peringkat ke-3 dengan 4 poin. Dan, Bina Taruna di peringkat ke-5 dengan 2 poin. Artinya, per 28 Juni 2026, UMS 1905 lebih unggul dibandingkan Bina Taruna.

Unggul Tapi Belum Teruji

Secara klasemen sementara, UMS 1905 memang lebih unggul dibandingkan Bina Taruna. Tapi, keunggulan tersebut belum teruji, karena ternyata tidak mampu mencetak gol saat berhadapan dengan klub yang berada di bawah peringkatnya.

Sebaliknya, Bina Taruna, meski di bawah peringkat UMS 1905, tapi justru mampu menampilkan performa yang mengesankan. Bina Taruna berhasil menahan imbang UMS 1905 dan Bina Mutiara, yang keduanya merupakan kakak rankingnya.

Dalam konteks kompetisi pembinaan, performa Bina Taruna tersebut, tentulah merupakan sinyal positif, bahwa di laga-laga berikutnya, mereka berpotensi memetik poin demi poin. Secara skill dan mental, sudah mereka tunjukkan dengan menahan imbang dua kakak ranking.

Dari UMS 1905 dan Bina Taruna ini, klub-klub peserta Liga Soeratin Jakarta U-15 Piala Gubernur 2026 lainnya, setidaknya sudah mulai bisa memetakan kekuatan dan kelemahan beberapa klub. Misalnya, kemenangan UMS 1905 dengan skor 5-0 atas Toyo Haryono, tidak serta-merta menunjukkan bahwa UMS 1905 adalah klub yang benar-benar kuat.

Dari 8 klub yang ada di Grup Barat, hanya PSF Academy dan Tunas Indonesia yang berhasil 2 kali menang dari 2 kali laga. Artinya, 6 klub lainnya, harus terus membenahi pembinaan secara internal, karena peluang untuk meraih poin, masih sangat terbuka.

Sejauh ini, yang kerap diungkapkan para pelatih adalah ketidaklengkapan pemain pada saat latihan. Akibatnya, proses latihan tidak bisa maksimal. Padahal, latihan adalah kunci utama untuk meningkatkan skill individual serta skill kesebelasan.

Karena para pemain adalah anak-anak usia U-15, yang tentu saja masih dalam pengawasan orang tua, maka komunikasi official klub dengan orang tua pemain tentulah perlu senantiasa dirawat, dijaga keharmonisannya.

Jakarta, 3 Juli 2026

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2