Isson Khairul
Isson Khairul Jurnalis

Saya memulai hidup ini dengan menulis puisi dan cerita pendek, kemudian jadi wartawan, jadi pengelola media massa, jadi creative writer untuk biro iklan, jadi konsultan media massa, dan jadi pengelola data center untuk riset berbasis media massa. Saya akan terus bekerja dan berkarya dengan sesungguh hati, sampai helaan nafas terakhir. Karena menurut saya, dengan bekerja, harga diri saya terjaga, saya bisa berbagi dengan orang lain, dan semua itu membuat hidup ini jadi terasa lebih berarti.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Putra Nusantara Menang karena Taktik Strategi Matang

9 Juli 2026   15:23 Diperbarui: 9 Juli 2026   15:23 99 2 0

Kemenangan telak Putra Nusantara, patut dijadikan inspirasi. Klub ini serius menyiapkan diri, dengan memodifikasi tempat latihan. Mereka merancang taktik strategi, mengacu kepada skill para pemain. Official yang kreatif, tentulah memotivasi pemain untuk terus produktif.

Modifikasi Lapangan Latihan

   

Taktik strategi Putra Nusantara sangat ampuh, kalahkan Toyo Haryono di Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026. Foto: Isson Khairul
Taktik strategi Putra Nusantara sangat ampuh, kalahkan Toyo Haryono di Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026. Foto: Isson Khairul

Klub Putra Nusantara, menang 3-0 atas klub Toyo Haryono. Ini laga partai ke-18 pekan ke-3 Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026. Kemenangan telak tersebut, tidak datang tiba-tiba. Ada serangkaian persiapan serta strategi yang menyertainya.

Pada Sabtu, 4 Juli 2026 ini, Putra Nusantara berlaga dengan Toyo Haryono di lapangan rumput sintetis 2 Pancoran Soccer Field, Jakarta Selatan. Panas belum begitu menyengat, kedua kesebelasan asyik bertanding dinaungi langit pagi yang cerah.

Lapangan rumput sintetis 2 ini, berukuran 90 meter kali 55 meter. Beberapa hari sebelum laga, kedua klub tersebut sudah dapat info dari panitia, bahwa mereka akan bermain di lapangan 2. Irfan Afiat selaku manajer Putra Nusantara, langsung bergerak cepat.

Ia bersama official Putra Nusantara yang lain, memodifikasi lapangan tempat mereka latihan, mengacu ke ukuran lapangan 2 tersebut. Di area yang sudah dimodifikasi itulah, mereka intens berlatih. Tak heran, para pemain Putra Nusantara, langsung adaptif sejak awal pertandingan.

Sebaliknya, kubu Toyo Haryono, masih berkutat dengan urusan elementer, yaitu rendahnya disiplin pemain mengikuti latihan. Asisten Manajer Toyo Haryono, Rizky Ardiansa, mengungkapkan kekesalannya atas situasi yang membelit anak-anak asuhnya tersebut.

Maka, sangat bisa dimengerti, Putra Nusantara menguasai pertandingan ini. Gol pertama dicetak Anjar Ridho, pada menit ke-14 babak pertama. Kedudukan 1-0 untuk Putra Nusantara itu, bertahan hingga 35 menit babak pertama berakhir.

Dan, baru 3 menit babak kedua dimulai, yaitu pada menit ke-38, Muhammad Wildan mempertebal kemenangan menjadi 2-0. Suhu udara di lapangan, mulai menyengat, 35 derajat celcius. Secara strategi, Putra Nusantara sebenarnya tidak jor-joran menyerang.

Irfan Afiat menyebut, mereka lebih banyak bertahan daripada menyerang. Karena, pemain yang tersedia di Putra Nusantara, relevan dengan strategi tersebut. Momentum yang mereka manfaatkan adalah melakukan serangan balik, tiap kali berhasil mematahkan serangan lawan.

Kedua gol di atas, juga gol ke-3 yang diciptakan Muhammad Tomi pada menit ke-68, sesungguhnya adalah buah dari serangan balik yang dimaksud. Artinya, serangkaian persiapan serta strategi yang dipilih, ternyata benar-benar jitu di lapangan.

Serius Menyiapkan Pasukan

Memodifikasi lapangan tempat latihan, mengacu kepada lapangan pertandingan. Menata taktik strategi, mengacu kepada skill pemain yang diturunkan. Dua komponen tersebut, menjadi landasan penting, yang mendasari kemenangan telak Putra Nusantara atas Toyo Haryono.

Dalam konteks lapangan tempat latihan, seperti dituturkan Irfan Afiat selaku manajer Putra Nusantara, tentu bukan hanya sebatas fisik. Para pemain berlatih, sekuat apa tendangan bisa dilakukan, agar tak melebar ke luar lapangan.

Mereka juga berlatih, bagaimana mengelola lini belakang, lini tengah, dan lini depan, sesuai dengan luas lapangan. Termasuk, berlatih tendangan pojok, agar benar-benar efektif di lapangan yang berukuran 90 meter kali 55 meter tersebut.

Dalam konteks taktik strategi, yang mengacu kepada skill pemain yang diturunkan, Putra Nusantara tidak memaksakan pemainnya untuk bergerilya di barisan depan. Tapi, tiap kali mematahkan serangan lawan, mereka harus dengan cepat menggiring bola ke depan, untuk dijebloskan ke gawang lawan.

Untuk strategi tersebut, dibutuhkan pemain-pemain tangguh, yang mampu berlari cepat bersama bola, melebihi kecepatan pelari lawan. Kesadaran akan skill pemain, keberanian memilih taktik strategi yang tidak umum, justru kian menegaskan konsep pembinaan di Putra Nusantara.

Yosef Erwiyantoro dari radiobola.co.id, yang menjadi penyelenggara Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026 ini, tentu saja mengapresiasi klub-klub yang kreatif dalam melakukan pembinaan. Kreativitas tersebut sangat terbuka untuk diuji-cobakan di liga ini.

Dengan demikian, di wadah kompetisi pembinaan yang sudah memasuki pekan ke-3 ini, 16 klub yang menjadi peserta, bukan hanya saling berlaga untuk mencetak kemenangan, tapi sekaligus saling menginsprasi. Tujuannya, agar secara bersama-sama membangun ekosistem persepakbolaan, khususnya di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Jakarta, 9 Juli 2026

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2