Saya memulai hidup ini dengan menulis puisi dan cerita pendek, kemudian jadi wartawan, jadi pengelola media massa, jadi creative writer untuk biro iklan, jadi konsultan media massa, dan jadi pengelola data center untuk riset berbasis media massa. Saya akan terus bekerja dan berkarya dengan sesungguh hati, sampai helaan nafas terakhir. Karena menurut saya, dengan bekerja, harga diri saya terjaga, saya bisa berbagi dengan orang lain, dan semua itu membuat hidup ini jadi terasa lebih berarti.
Klub Bina Taruna mengalahkan klub Tunas Betawi, dengan skor 3-2. Itulah yang terjadi pada laga ke-38 pekan ke-5 Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026, pada Sabtu, 8 Agustus 2026 lalu. Laga ini menguakkan fakta lapangan, yang patut kita cermati bersama, dalam konteks kompetisi pembinaan.

Sampai pekan ke-4, Tunas Betawi adalah klub yang belum terkalahkan. Dari 8 klub yang berada di Grup Merah, ada 2 klub lain yang juga belum terkalahkan, yaitu Bina Taruna dan klub Bina Mutiara. Meski kalah, secara klasemen sementara Grup Merah, Tunas Betawi tetap kokoh di ranking ke-2, dengan raihan 10 poin.
Dalam 5 pekan Liga Jakarta U-17, hanya di 1 pekan, yaitu di pekan ke-2, Tunas Betawi turun ke ranking ke-3. Reputasi belum terkalahkan selama 4 pekan, reputasi di ranking ke-2 selama 4 pekan, tentulah capaian Tunas Betawi yang patut diperhitungkan.
Capaian moncer tersebut, tentu bisa terjadi, karena Tunas Betawi didukung oleh pemain-pemain yang memiliki skill di atas rata-rata. Mereka tentulah juga mempunyai daya juang yang mengesankan. Tidak terkalahkan selama 4 pekan dan kokoh di ranking ke-2 selama 4 pekan, adalah bukti nyata kekuatan para pemain Tunas Betawi.
Artinya, kekalahan di pekan ke-5 ini, merupakan kekalahan yang pahit bagi Tunas Betawi. Yang barangkali juga pahit, karena hanya 1 orang pemain Tunas Betawi, yang lolos sebagai Nominasi Pemain Pilihan, yaitu Berlian Ananda Salim untuk kategori posisi Plank Kanan.
Bandingkan dengan Bina Taruna, yang 3 orang pemainnya lolos menjadi Nominasi Pemain Pilihan, yaitu Bagas Silva R. di kategori Bek Kanan, Yefta Depri Zakharia di kategori Gelandang Bertahan, dan David Dwi Prasetyo di kategori Penyerang.
Padahal, secara klasemen, dalam 5 pekan, Bina Taruna selalu di bawah ranking Tunas Betawi. Di pekan ke-1, Bina Taruna di ranking ke-4, di pekan ke-2 di ranking ke-4, di pekan ke-3 di ranking ke-5, di pekan ke-4 di ranking ke-3, dan di pekan ke-5, meski telah mengalahkan Tunas Betawi, Bina Taruna masih di ranking ke-3, dengan raihan 9 poin.
Dalam hal mencetak gol, Bina Taruna sudah mencetak 11 gol. Ada 2 pemainnya yang masuk ke dalam list Pencetak Gol Terbanyak, yaitu Andhika Fathir Widhiarsa dan Raezer Muhammad Delmora, yang masing-masing mencetak 3 gol.
Sementara, Tunas Betawi baru mencetak 9 gol, dengan menempatkan 1 pemainnya ke dalam list Pencetak Gol Terbanyak, yaitu Berlian Ananda Salim, yang sudah mencetak 3 gol.
Dalam konteks kompetisi pembinaan, fakta lapangan Bina Taruna dan Tunas Betawi ini, boleh jadi, merupakan ujian bagi duet talent scouting Maman Suryaman dan Tias Tano Taufik, yang memilih Nominasi Pemain Pilihan di Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026.
Memang, 29 Nominasi Pemain Pilihan dari 16 klub peserta Liga Jakarta U-17 yang sudah dilansir, masih akan terus diperbarui di laga-laga mendatang. Pemain yang performanya tidak progres, akan terlempar dari Nominasi. Sebaliknya, pemain yang menunjukkan peningkatan performa, akan masuk ke dalam Nominasi.
Yosef Erwiyantoro dari radiobola.co.id, yang menjadi penyelenggara Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026, mengungkapkan, pengumuman 29 Nominasi Pemain Pilihan, ditujukan untuk menjadi penyemangat seluruh pemain agar menampilkan performa terbaik masing-masing di laga-laga selanjutnya.
Jakarta, 15 Agustus 2026