Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025
"Sekarang saya nggak mau lewat situ lagi, Bu. Sudah kapok. Bahaya. Kalau saya jatuh kan urusannya tidak cuma badan, tapi juga panci wadah jenang bisa ambyar!"
"Inggih Mbah. Lewat jalan lain saja,Mbah!"
Saat itu, jalan desa depan rumahku memang banyak yang berlubang sehingga banyak cerukan yang membuat jalan tak rata.

Cukup meresahkan sebenarnya. Tapi tidak tahu kemana harus mengadu.
Nah, beberapa hari yang lalu, saat aku sedang asyik seterika baju, tiba-tiba tercium bau plastik terbakar. Eh, bukan. Seperti nya bau aspal dibakar. Awalnya saya mengira itu plastik terbakar. Membuat saya blingsatan, khawatir setrika membakar sesuatu.
Tapi tak lama terdengar suara kerikil dilempar. Akhirnya saya keluar ke depan rumah.
Wow, ternyata ada perbaikan jalan. Mungkin ini program pemerintah. Tahu-tahu jalan diperbaiki tanpa pemberitahuan. Biasanya, kalau dari desa, warga sekitar diberitahu dan dilibatkan untuk sekedar menyediakan minuman dan camilan.

Tapi kalau program pemerintah, seperti perbaikan jalan sebelumnya, tahu-tahu banyak pekerja di jalan dan mesin penggilas jalan yang di sini biasa disebut gilis mondar mandir meratakan dan menekan kerikil agar jalan yang dibangun kuat dan kokoh.

"Ini program desa,Pak?" Tanya saya pada salah satu pekerja jalan yang berdiri di depan pagar rumah saya.