Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025
Penyajian sotonya cukup menarik dengan mangkok lebar bergaris -garis hitam terlihat eye catching.
Yang pertama ada pastilah nasi. Kemudian ada tambahan so'un dan tauge. Soto babat ini terdiri dari jerohan, yaitu babat pastinya, dan temannya yaitu iso dengan kuah bening.
Setelah itu diberi daun bawang, seledri dan ditaburi bawang merah goreng dan koya yang biasa ada di soto Lamongan. Terakhir diberi irisan jeruk nipis.
Rasanya enak dan gurih. Iso babatnya juga empuk. Apalagi ditambah sambal dan perasan jeruk nipis, semakin segar dan nikmat. Dan seperti kebiasaan ayah, entah seasin apapun masakan yang dihidangkan, pasti minta tambahan garam.
Kata ayah, sotonya juara. Okelah, yang penting ayah suka, pasti enak.
Tak lama sate Nusantara nya, eh...sate ayam maksudnya, juga siap dihidangkan.

Tadinya sih, kalau lauk sotonya kurang, ayah kuminta menambahkan sate yang kupesan. Ternyata ayah tidak mau, sebab yang kupesan sate ayam. Sate kambingnya kebetulan sudah habis. Ya sudah, jadinya kuhabiskan sendiri.
Ayah sukanya daging merah. Kalau unggas sukanya bebek dan enthog. Kalau aku sukanya ayam dan ikan. Jadinya tidak jadi mengawinkan soto dan sate. Hehehe...
Yuk kita saksikan video nya saja, perkawinan sate dan Soto di pasar Sleko dalam video.