Isti Yogiswandani
Isti Yogiswandani Ibu rumah tangga

Peringkat 3 dari 4.718.154 kompasianer, tahun 2023. Suka traveling, dan kuliner.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Takjub Menikmati Lukisan dari Para Maestro Pelukis Indonesia yang Istimewa dan Luar Biasa

27 Juli 2024   13:38 Diperbarui: 27 Juli 2024   13:47 1255 18 7

Salah satu lukisan Musium art gallery di kompleks Kota tua Jakarta (dokpri)
Salah satu lukisan Musium art gallery di kompleks Kota tua Jakarta (dokpri)

Berada di  Kota Tua Batavia : Apa Saja yang Bisa Dikunjungi?

Tak terbayangkan jika Kota tua merupakan kluster bangunan tua yang luas dan beragam. Butuh seharian jika ingin mengunjungi semua.

 Terkagum-kagum sekaligus puyeng, darimana harus memulai, sementara kaki tidak bisa diajak kompromi untuk berjalan ke seluruh sektor yang semua menarik untuk dikunjungi.

Akhirnya berkeliling secara random, kaki melangkah ke gedung megah berpilar kokoh. Tak menyangka itu adalah musium seni rupa dan keramik.

Musium seni rupa dan keramik ini begitu luas, membuat saya dipaksa jalan kaki memasuki, naik ke lantai atas, dan melanjutkan perjalanan melingkar dan menyusuri ruang-ruang penuh karya seni dari yang unik, indah, humanis sampai luar biasa.

Di  galeri seni ini terpajang karya para pelukis terkenal Indonesia seperti Raden Saleh, Affandi, Srihadi Sudarsono, dan banyak pelukis yang karyanya luar biasa tapi tidak bisa saya sebut satu persatu.

Di setiap dinding tertulis beberapa narasi tentang sejarah lukisan dan pelukisnya. Yang paling lengkap mungkin tentang Raden Saleh.

Raden Saleh Syarif Bustaman (Sumber : Dokpri hasil jepretan di musium seni lukis Indonesia Kota tua Jakarta)
Raden Saleh Syarif Bustaman (Sumber : Dokpri hasil jepretan di musium seni lukis Indonesia Kota tua Jakarta)

Sejak pertengahan abad ke-19, kaum cendikiawan berdatangan ke Hindia Belanda (Indonesia) untuk mencari kemungkinan lahirnya ilmu-ilmu baru.

Mereka mengeksplorasi kekayaan flora dan fauna, mengkonservasi situs-situs kuno, dan meneliti keanekaragaman hasil kesenian masyarakat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3