Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:”Barang siapa berwudhu dan membaguskan wudhunya (menyempurnakan wudhu dengan memperhatikan fardhu dan sunah-sunahnya),maka keluarlah dosa-dosa dari jasadnya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya”.(HR Muslim).
Di antara acara dalam Safari Maulid Nabi Muhammad Saw, 28 Agustus 2025 adalah majlis taklim mengaji Kitab Tentang Wudhu yang disampaikan oleh Ustadz Imron.
Beliau mengajak jamaah bersama -sama menyempurnakan wudhu dan melaksanakan sunah-sunahnya.
Salah satu sunah wudhu adalah melakukan istinsyaq. Istinsyaq adalah tindakan menghirup air ke dalam hidung saat berwudhu.
Istinsyaq merupakan salah satu bagian dari sunnah wudhu dalam ajaran Islam. Tujuannya adalah untuk membersihkan hidung dari kotoran dan bakteri.
Menurut Ustadz Imron, istinsyaq ini Insyaallah juga bisa menyembuhkan penyakit polip dan pilek, pusing, sesak nafas.
Pengertian istinsyaq secara harfiah berarti "memasukkan air ke dalam hidung".
Sunnah Wudhu: Dalam praktik wudhu, istinsyaq dilakukan setelah berkumur (madhmadhah) dan sebelum membasuh anggota tubuh lainnya.
Tata Cara Istinsyaq : Air dihirup ke dalam hidung, kemudian dikeluarkan kembali.
-Membersihkan Hidung: Karena Istinsyaq membantu membersihkan hidung dari debu, kotoran, dan bakteri.
-Mencegah Penyakit: Dengan membersihkan hidung, istinsyaq dapat membantu mencegah infeksi saluran pernapasan.
-Menyempurnakan Wudhu: Istinsyaq merupakan salah satu bagian yang disunnahkan dalam wudhu, dan melengkapinya.
Dalam dunia medis, istinsyaq dikenal dengan istilah irigasi hidung, yang juga digunakan untuk terapi penyakit hidung.
Ketika wudhu, disunnahkan untuk membasuh anggota tubuh 3 kali. Kalau lebih dari 3 kali hukumnya makruh.
Ketika berwudhu kita harus hemat air. Karena menutup para ahli, tahun 2025 kita akan krisis air bersih.
3. Sesudah membasuh kedua kaki selesai wudhu membaca surat Al qodar , inna anzalnahu fi lailatil qadr 10 kali, minimal 1 kali.
Untuk lebih jelasnya, yuk simak video majlis ilmu oleh Ustadz Imron berikut ini.
Sumber: YouTube @Isti Yogiswandani
Referensi:
https://www.rsumponorogo.com/bina-rohani/read/3/keutamaan-wudhu