Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Memasuki tahun baru 2026, disambut cuaca cerah. Mungkin menciptakan sesuatu yang istimewa bisa menjadi awal yang manis pada sebuah pergantian kalender yang menemani menghitung waktu setiap hari.
Usai menabung uang RT, Aku mampir ke sebuah angkringan yang menyediakan nila bakar. Di sini ada yang spesial. Nila bakarnya ditangkap langsung dari kolam penampungan sebelum diolah. Jadi betul-betul fresh.
Tadinya sempat ragu untuk menunggu. Ikan yang fresh tentunya mempunyai keuntungan tersendiri, karena rasanya pasti lebih lezat dan segar. Saat saya cicipi, rasanya memang lebih lezat dibanding nila yang tidak langsung dimasak, tapi sudah disimpan di kulkas. Dagingnya seperti ada manis-manisnya dan aromanya lebih wangi dan harum ikan yang terbayang kelezatan nya.
Pengolahan nya pun lebih mudah karena dagingnya masih kenyal dan tidak mudah remuk. Di samping itu ikan segar biasanya teksturnya lebih mulus dan cantik tidak lengket di wajan saat digoreng sebelum dibakar.
Tapi tentunya butuh waktu lama. Berbeda kalau ikannya sudah diungkep bumbu, tinggal bakar dan diolesi bumbu bakar, bisa lebih cepat.
Akhirnya saya pesan 2 porsi nila bakar. Kebetulan saya sedang tidak ada hal yang harus dilakukan.
Sambil menunggu Mbak yang menangkap dan mengolah nila, saya duduk di kursi yang ada.
Tak lama ada seorang ibu yang baru datang dengan motor dan parkir tepat di depan saya duduk dan menyapa.
Belakangan saya baru tahu, beliau adalah Bu Lis, owner angkringan Citra Rahayu.

" Tadinya saya kira Citra Rahayu itu nama Ibu!" Kata saya penasaran.
" Citra dan Rahayu itu nama anak-anak saya. Kalau saya Bu Lis. Atau Bu Ripto, nama suami saya," jawab Bu Lia.
"Owh!" Saya hanya manggut-manggut.
Bu Lis sudah memulai usaha angkringan nya sekitar 11 tahun, dan masih bertahan sampai sekarang. Meski menurut beliau, sekarang pembeli nya agak berkurang.
Tapi masih tetap jalan, terkadang ada yang pesan ayam kampung panggang utuh atau catering untuk tasyakuran. Tapi harus pesan dulu. Tadinya saya ingin mencicipi ayam panggang nya kalau tersedia porsian. Tapi ternyata ayam utuh dan harus pesan.

Saat asyik mengobrol, ternyata nila bakarnya sudah siap. Tidak terlalu lama, sih sebenarnya. Satu porsi 20 ribu rupiah. Jadi 2 porsi yang saya beli harganya 40 ribu rupiah. Menurut Mbaknya, itu untuk ukuran nila sebesar satu kilo isi 3. Lumayan besar. Cocok untuk 1 atau 2 orang.
Kalau suatu saat beristirahat di sekitar pasar Dolopo dan ingin menikmati nila bakar segar, bisa mampir ke sini. Googling di Google Maps "Angkringan Citra Rahayu", Doho, Dolopo Madiun.