
Padahal, jauh sebelum itu semua, nenek moyang kita telah lama mengandalkan berbagai sayuran lokal yang tumbuh di kebun, pekarangan rumah, sawah, dan lahan kosong di sekitar mereka.
Sayuran-sayuran ini tumbuh alami, mudah dirawat, dan tidak membutuhkan perlakuan khusus, namun justru menyimpan kekayaan gizi yang luar biasa.
Banyak dari sayuran lokal ini kini mulai terlupakan. Ada yang dianggap gulma, ada pula yang ditinggalkan karena rasanya kurang populer atau cara pengolahannya dianggap ribet.
Padahal, di balik kesederhanaannya, sayuran-sayuran ini mengandung vitamin, mineral, serat, dan senyawa aktif yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Mereka bisa membantu menjaga daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan, menjaga kesehatan jantung, hingga mendukung stamina dan energi harian.
Melalui video di channel Kebun Rimbun ini, kita akan mengajak Anda untuk kembali mengenal sepuluh sayuran terlupakan yang ternyata termasuk superfood alami.
Sayuran-sayuran ini tidak hanya kaya nutrisi, tetapi juga mudah didapatkan di sekitar kita, bahkan bisa ditanam sendiri di halaman rumah.
Dengan mengenal kembali sayuran lokal, kita bukan hanya menjaga kesehatan keluarga, tetapi juga melestarikan kearifan pangan tradisional yang hampir terlupakan.
Daun kelor sering dijuluki sebagai pohon kehidupan karena hampir seluruh bagian tanamannya bermanfaat, terutama daunnya. Daun kelor mengandung vitamin A yang sangat tinggi untuk menjaga kesehatan mata, vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh, serta vitamin E yang berperan sebagai antioksidan alami.
Selain itu, daun kelor juga kaya kalsium untuk menjaga kekuatan tulang dan gigi, zat besi untuk membantu mencegah anemia, serta protein nabati yang penting untuk regenerasi sel tubuh. Konsumsi daun kelor secara rutin dipercaya membantu menurunkan peradangan, menjaga tekanan darah tetap stabil, serta membantu tubuh melawan radikal bebas.