Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025
"Sebentar ya!" Duh jadi ngerepotin. Masnya baik banget, mau direpotin. Disediakan tempat salat darurat, digelarin tikar, dikasih sajadah,dan dipinjamin mukena juga, jadi aku nggak perlu repot ambil mukena di mobil, sementara hujan semakin deras. Nikmat mana lagi yang Kaudustakan?

Usai salat, Aku menghampiri Ayah yang sedang lahap menikmati bakso kesukaan nya. Kasihan sekali, di samping kelaparan juga memendam rasa pada bola - bola daging yang menggoda. Tadi rest area memang minta dibeliin bakso Malang, tapi Aku pura-pura nggak dengar, soalnya sudah disiapin bekal lengkap kok malah minta bakso, jelas saja aku geregetan.
Ternyata baksonya memang enak. Kenyal, tapi empuk. Gampang diiris pakai sendok. Bukan yang kalau dipotong pakai sendok membal kaya bola bekel, tapi ini kenyal empuk dan enak. Suerrr. Cuma kuahnya kurang panas. Mungkin udaranya dingin, jadi sudah tidak panas lagi.

"Dek, Aku tambah semangkok lagi, ya!"
"Ya, tambah 5 mangkok juga boleh," jawabku saat kubaca di daftar menu cuma 10 ribu/mangkok. Enak, murah. Tapi aku nggak mau nambah, di samping bukan penggemar bakso, aku juga sudah kenyang. Kan tadi di rest area sudah makan. Kalau di depot bakso ini butuh ke toilet dan salat. Syukur-syukur boleh menginap, hahaha...
"Mas, tutupnya jam berapa?" Tanya Ayah.
"Jam delapan,Pak!"
"Oh, ya sudah. Terima kasih!"
Tadinya mau nunut tidur di situ, kebetulan yang tempat lesehan, alasnya empuk, nyaman kalau buat tidur. Eh. .